KABARBURSA.COM - Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes dalam hasil index review periode Mei 2026.
Adapun seluruh perubahan ini mulai berlaku usai perdagangan 29 Mei 2026 dan efekti pada 1 Juni 2026.
Salah satu yang didepak MSCI ialah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Menariknya, BREN dikeluarkan setelah mencatatkan kinerja positif di awal tahun 2026.
Merujuk data laporan keuangan yang dipublikasikan, BREN membukukan laba bersih sebesar USD43,01 juta pada kuartal I 2026.
Kenaikan laba tersebut seiring dengan meningkatnya pendapatan BREN pada kuartal I sebesar USD165,16 juta, meningkat dari USD150,47 juta pada kuartal I 2025.
Laba sebelum pajak BREN pada tiga bulan pertama 2026 sebesar USD91,18 juta, atau meningkat dari USD77,18 juta pada periode yang sama tahun 2025.
Kendati demikan, beban bunga dan keuangan perusahaan masih cukup besar yang sebesar USD27,78 juta. Akan tetapi, jumlahnya lebih rendah dibanding periode serupa tahun lalu yang mencapai USD29,22 juta.
Pindah ke neraca, BREN memiliki total aset yang mencapai USD3,94 miliar hingga 31 Maret 2026. Meningkat dari posisi akhir 2025 sebesar USD3,86 miliar.
Kas dan setara kas perusahaan juga meningkat menjadi USD168,67 juta dari sebelumnya USD114,98 juta pada akhir Desember 2025.
Sementara total ekuitas perusahaan naik menjadi USD936,44 juta dibanding posisi akhir tahun lalu sebesar USD883,51 juta.
Profil Perusahaan
Mengutip Stockbit, BREN adalah perusahaan holding yang berbasis di Indonesia, dan merupakan bagian dari Grup Barito Pacific. Barito Renewables berfokus pada strategi jangka panjang untuk menyediakan energi yang lebih bersih dan emisi yang lebih rendah dan mendukung target Indonesia untuk transisi menuju Net Zero Emission (NZE).
Barito Renewables memulai operasional melalui salah satu entitas anak yaitu Star Energy Geothermal Group, produsen listrik tenaga panas bumi terkemuka. Saat ini Grup Perseroan mengoperasikan tiga aset panas bumi yang berlokasi di Jawa Barat, dengan total kapasitas terpasang sebesar 886MW, mewakili sekitar 38% pangsa pasar di Indonesia.
Susunan Dewan Komisaris
Agus Salim Pangestu: Komisaris Utama
David Kosasih: Komisaris
Tan Suan Swee: Komisaris
Tan Ek Kia: Komisaris
Cholanat Yanarop: Komisaris
Merly: Komisaris
Jajaran Direksi
Hendra Soetjipto Tan: Direktur Utama
Agus Sandy Widyanto: Direktur
Kenneth Lee Riedel: Direktur
Hsing Chee Chiam: Direktur