KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak mixed dengan kecenderungan konsolidatif pada perdagangan pekan 13–17 April 2026. Setelah mengalami penguatan signifikan pada pekan sebelumnya, pasar mulai menunjukkan indikasi reversal jangka pendek di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang masih beragam.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah mengatakan kondisi ini membuat investor perlu lebih selektif dalam mengambil keputusan, terutama dalam strategi trading jangka pendek.
“Pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir mencerminkan pergeseran sentimen pasar menuju risk-on,” ujar Hari dalam riset yang diterima KabarBursa pada Senin, 13 April 2026.
Namun, ia menekankan bahwa volatilitas masih tinggi sehingga strategi trading-oriented dengan manajemen risiko yang disiplin menjadi kunci. Ia menilai sektor energi masih akan menjadi motor penggerak utama, didukung oleh harga komoditas yang tetap tinggi. Selain itu, sektor transportasi laut juga menunjukkan prospek penguatan seiring membaiknya permintaan dan tarif.
Di sisi lain, saham-saham konglomerasi mulai memperlihatkan pola reversal teknikal yang membuka peluang trading jangka pendek, khususnya untuk strategi swing.
Merespons dinamika tersebut, IPOT merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk trading pekan ini.
Salah satu rekomendasi adalah Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dari sektor pertambangan. Saham ini direkomendasikan buy dengan entry di level 745, target price 825, dan stop loss di 715. Secara teknikal, MBMA masih bergerak dalam tren naik. Selain itu, dalam sepekan terakhir tercatat adanya foreign inflow sebesar Rp5,5 miliar yang menjadi sinyal positif kelanjutan tren uptrend.
Rekomendasi berikutnya adalah Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dari sektor energi. Saham ini disarankan buy pada level entry 1745 dengan target price 1925 dan stop loss 1645. Kinerja saham ENRG didukung oleh tren kenaikan harga minyak global yang memberikan sentimen positif terhadap emiten di sektor energi, serta keberhasilannya bertahan di atas level psikologis 1700 yang memperkuat tren naik.
Selanjutnya, XL Axiata Tbk (EXCL) dari sektor telekomunikasi juga masuk dalam radar IPOT. Saham ini direkomendasikan buy dengan entry di 3160, target price 3550, dan stop loss 2960. Secara teknikal, EXCL telah berhasil menembus area EMA-50 yang membuka peluang uptrend baru. Selain itu, saham ini juga didukung oleh akumulasi dana asing sebesar Rp20,6 miliar dalam sebulan terakhir.
Tak hanya saham, IPOT juga merekomendasikan instrumen reksa dana berbasis ETF, yakni Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). Produk ini berisi 20 emiten dengan konsistensi pembagian dividen, sehingga dinilai menarik di tengah meningkatnya tren pembagian dividen interim.
ETF XIHD dipandang sebagai alternatif investasi defensif yang tetap menawarkan potensi imbal hasil, sekaligus menjadi penopang portofolio di tengah volatilitas pasar yang tinggi. Sentimen pembagian dividen oleh sejumlah emiten menjadi katalis tambahan yang dapat mendorong kinerja produk ini.
Hari menegaskan bahwa dengan kondisi pasar yang masih sensitif terhadap berbagai sentimen, investor perlu fokus pada sektor-sektor yang memiliki kekuatan fundamental dan momentum teknikal yang jelas.(*)