Logo
>

Rugi HOKI Melonjak 1.041 Persen, Tembus Rp34,24 Miliar di 2025

Angka tersebut terkoreksi 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,3 triliun

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Rugi HOKI Melonjak 1.041 Persen, Tembus Rp34,24 Miliar di 2025
Rugi HOKI Melonjak 1.041 Persen, Tembus Rp34,24 Miliar di 2025

KABARBURSA.COM - Sepanjang tahun 2025, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menghadapi tekanan finansial yang signifikan. Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp34,24 miliar—melonjak drastis hingga 1.041,3 persen dibandingkan kerugian pada Tahun Buku 2024 yang hanya Rp3 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten produsen beras dengan merek Topi Koki dan HOKI ini membukukan penjualan sebesar Rp1,21 triliun. Angka tersebut terkoreksi 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,3 triliun. Penurunan ini mencerminkan tekanan pada sisi permintaan.

Di tengah penyusutan pendapatan tersebut, upaya efisiensi belum sepenuhnya efektif. Beban pokok penjualan hanya berhasil ditekan 6,1 persen secara tahunan, sehingga laba bruto sepanjang 2025 tercatat Rp89,88 miliar. Angka ini turun 13,8 persen dari capaian 2024 yang sebesar Rp104,22 miliar.

Kinerja operasional pun berbalik arah. Dari sebelumnya mencatat laba usaha Rp9,48 miliar pada 2024, HOKI justru membukukan rugi usaha sebesar Rp19,94 miliar pada 2025. Perubahan ini dipicu oleh lonjakan beban usaha yang meningkat 15,9 persen menjadi Rp109,82 miliar—sebuah eskalasi biaya yang menekan margin secara signifikan.

Dalam periode Januari hingga Desember 2025, rugi sebelum pajak penghasilan mencapai Rp34,12 miliar. Nilai tersebut melesat 644,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,59 miliar. Tekanan kinerja semakin terasa.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan neto sebesar Rp773,76 juta, rugi tahun berjalan HOKI tercatat Rp34,89 miliar. Kenaikannya mencapai 470,8 persen secara tahunan. Sementara itu, rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp34,24 miliar—melonjak tajam hingga 1.041,3 persen.

Dari sisi neraca, struktur permodalan turut mengalami penurunan. Ekuitas per 31 Desember 2025 tercatat Rp602,06 miliar, turun 7,1 persen dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp647,73 miliar. Penurunan ini mencerminkan dampak akumulasi kerugian.

Meski demikian, perseroan berhasil menekan total liabilitas menjadi Rp387,13 miliar, turun 18,7 persen secara tahunan. Namun, komposisinya masih didominasi oleh kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp353,84 miliar—indikasi tekanan likuiditas yang tetap perlu diwaspadai.

Hingga akhir 2025, total aset HOKI tercatat Rp989,19 miliar, menyusut 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, posisi kas dan bank berada di level Rp13,14 miliar, turun dari Rp14 miliar pada akhir 2024—menandakan ruang likuiditas yang semakin terbatas.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.