Logo
>

Saham BBRI Pimpin Net Foreign Buy, Asing Borong 10 Saham ini

BBRI pimpin net foreign buy Rp404 miliar. Simak 10 saham paling banyak dibeli asing pada 20 Februari 2026.

Ditulis oleh Syahrianto
Saham BBRI Pimpin Net Foreign Buy, Asing Borong 10 Saham ini
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan BBRI sebagai saham paling banyak diserok asing hari itu. (Foto: Dok. BRI)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin daftar net foreign buy pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. 

    Investor asing membukukan beli bersih Rp404,41 miliar. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan BBRI sebagai saham paling banyak diserok asing hari itu.

    Data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, menunjukkan nilai transaksi BBRI mencapai Rp734,63 miliar. Volume tercatat 1,92 juta lot dengan frekuensi 28.750 kali. Harga ditutup di level 3.840 atau naik 1,86 persen dari penutupan sebelumnya.

    Di posisi kedua, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat net foreign buy Rp173,50 miliar. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp454,06 miliar. Volume tercatat 885,64 ribu lot dengan frekuensi 14.820 kali, sementara harga ditutup di 5.125 atau naik 0,99 persen.

    PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berada di urutan berikutnya dengan net foreign buy Rp93,51 miliar. Nilai transaksi mencapai Rp697,54 miliar. Volume tercatat 4,14 juta lot dengan frekuensi 59.760 kali dan harga ditutup naik 8,68 persen ke level 1.690.

    Sektor ritel juga masuk daftar. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat net foreign buy Rp71,28 miliar. Nilai transaksi Rp150,33 miliar dengan volume 801,73 ribu lot. Meski demikian, harga terkoreksi 4,47 persen ke level 1.815.

    PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan net foreign buy Rp57,16 miliar. Nilai transaksi mencapai Rp115,09 miliar dengan volume 37,43 ribu lot. Harga saham UNTR naik 1,49 persen ke 30.725.

    Selanjutnya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat net foreign buy Rp47,90 miliar. Nilai transaksi Rp260,50 miliar dengan volume 752,32 ribu lot. Harga saham TLKM ditutup stabil di level 3.480.

    Selain itu, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) mencatat net foreign buy Rp46,63 miliar. Nilai transaksi mencapai Rp858,42 miliar dengan volume 58,90 juta lot. Harga sahamnya melonjak 34,71 persen ke level 163.

    Saham PT Astra International Tbk (ASII) turut masuk radar asing dengan beli bersih Rp40,89 miliar. Transaksi saham ini mencapai Rp185,04 miliar dengan volume 281,61 ribu lot. Meski ada akumulasi, harga ASII justru terkoreksi 0,76 persen ke level 6.550.

    Di sektor perbankan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat arus masuk Rp37,58 miliar. Nilai transaksi tercatat Rp214,70 miliar dengan 480,70 ribu lot berpindah tangan. Harga BBNI ditutup naik tipis 0,45 persen di level 4.470.

    Sementara itu, PT Petrosea Tbk (PTRO) membukukan beli bersih Rp29,03 miliar. Aktivitas transaksi mencapai Rp426,98 miliar dengan volume 598,55 ribu lot. Kendati asing mencatat akumulasi, harga sahamnya melemah 3,41 persen ke level 7.075.

    Daftar tersebut menunjukkan dominasi sektor perbankan dalam aliran dana asing. Empat bank besar yakni BBRI, BMRI, BBNI, dan saham konsumer AMRT masuk dalam jajaran atas. Sektor energi juga mencatat kehadiran melalui ENRG dan PTRO. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.