Logo
>

Microsoft Siapkan Lebih Rp800 Triliun untuk Andalkan Listrik 100 Persen dari Energi Terbarukan

Investasi Microsoft untuk data center AI tembus Rp842 triliun hingga 2030, kontrak energi terbarukan 40 GW dan target listrik bebas karbon.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Microsoft Siapkan Lebih Rp800 Triliun untuk Andalkan Listrik 100 Persen dari Energi Terbarukan
Microsoft menyiapkan investasi lebih dari Rp800 triliun untuk ekspansi AI global sekaligus memastikan kebutuhan listriknya berasal 100 persen dari energi terbarukan melalui kontrak 40 GW di 26 negara. Foto: Dok. Carbon Credit

KABARBURSA.COM — Raksasa teknologi Microsoft menegaskan akan terus membeli energi terbarukan dalam jumlah yang mampu menutup seluruh kebutuhan listrik operasionalnya. Langkah itu diambil setelah perusahaan tersebut untuk pertama kalinya berhasil memenuhi target penggunaan listrik berbasis energi bersih pada tahun lalu, di tengah lonjakan belanja modal industri teknologi yang didorong ekspansi pusat data untuk kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan pengembang Windows itu menyebut pencapaian target 2025 diperoleh melalui kontrak pasokan energi terbarukan baru sebesar 40 gigawatt. Sebagian besar dilakukan lewat skema perjanjian jual beli listrik jangka panjang yang selama ini menjadi instrumen utama untuk mendorong proyek energi baru masuk ke jaringan kelistrikan.

Dari total kapasitas tersebut, sekitar 19 gigawatt telah lebih dulu mengalir ke sistem kelistrikan. Sisanya dijadwalkan menyusul secara bertahap dalam lima tahun ke depan dan tersebar di 26 negara. Ekspansi ini memperlihatkan bagaimana kebutuhan listrik pusat data semakin menjadi faktor penentu arah investasi energi global.

“Kami ingin mempertahankan angka 100 persen itu seiring pertumbuhan yang terus berlangsung,” ujar Kepala Operasi Cloud Microsoft Noelle Walsh di kompleks pusat data West Dublin yang menjadi fasilitas pertama perusahaan di luar Amerika Serikat sejak 2009, dikutip dari Reuters, Sabtu, 21 Februari 2026.

Komitmen mempertahankan penggunaan listrik bebas karbon juga akan semakin bergantung pada sumber energi non-emisi lain, termasuk nuklir. Chief Sustainability Officer Microsoft Melanie Nakagawa menilai listrik bebas karbon akan memainkan peran lebih besar dalam menjaga kesesuaian konsumsi energi dengan target energi bersih hingga 2030, saat perusahaan menargetkan berstatus karbon negatif.

Di luar kontrak energi, Microsoft juga menyiapkan belanja investasi besar untuk menopang ekspansi kecerdasan buatan secara global. Perusahaan itu berada di jalur untuk menggelontorkan USD50 miliar atau sekitar Rp842 triliun hingga 2030 guna memperluas infrastruktur AI ke negara-negara Global South. Sebagian besar dana tersebut akan diarahkan untuk pembangunan pusat data cloud dan kecerdasan buatan.

Ekspansi di Eropa juga mendapat dorongan setelah pemerintah Irlandia mencabut kebijakan yang sebelumnya membatasi koneksi pusat data ke jaringan listrik. Kebijakan baru itu membuka ruang bagi Microsoft untuk menjawab lonjakan permintaan yang selama ini tertahan di negara yang menjadi salah satu basis teknologi terbesar di kawasan tersebut.

Microsoft berencana melanjutkan proyek kampus pusat data di luar Dublin yang sempat tertunda begitu aturan baru mulai berlaku. Regulasi tersebut mewajibkan setiap pusat data baru memenuhi setidaknya 80 persen kebutuhan listrik tahunannya dari tambahan energi terbarukan.

Kondisi Irlandia menggambarkan skala tantangan transisi energi di era ekonomi digital. Pada 2024, pusat data menyerap sekitar 22 persen konsumsi listrik nasional, sebuah angka yang menunjukkan betapa cepatnya permintaan energi meningkat seiring pertumbuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan.

Lonjakan kebutuhan listrik inilah yang mendorong perusahaan teknologi tidak lagi sekadar menjadi konsumen energi, tetapi juga pemain kunci dalam pembiayaan proyek energi terbarukan. Strategi tersebut bukan hanya soal keberlanjutan, melainkan juga upaya mengamankan pasokan listrik jangka panjang di tengah kompetisi global membangun infrastruktur AI.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).