Logo
>

Saham ELSA Tembus ATH, Kinerja-kinerja ini Jadi Motornya

Penguatan saham Elnusa sejalan dengan pertumbuhan volume distribusi BBM 29 persen dan tambahan 42 proyek baru sepanjang 2025.

Ditulis oleh Syahrianto
Saham ELSA Tembus ATH, Kinerja-kinerja ini Jadi Motornya
Harga tersebut mencerminkan penguatan sekitar 40 persen sejak awal tahun berjalan dan menjadi rekor tertinggi sejak ELSA melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Dok. Elnusa)

KABARBURSA.COM – Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan harga tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) di level Rp770. Harga tersebut mencerminkan penguatan sekitar 40 persen sejak awal tahun berjalan dan menjadi rekor tertinggi sejak ELSA melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2008.

Direktur Utama Elnusa, Litta Indriya Ariesca, menyampaikan bahwa penguatan harga saham tersebut sejalan dengan kinerja operasional dan ekspansi bisnis yang dijalankan sepanjang 2025. 

Ia menyebut perusahaan terus memperkuat fundamental melalui peningkatan volume pekerjaan dan optimalisasi lini usaha jasa energi terintegrasi.

“Kinerja operasional yang solid dan ekspansi proyek menjadi faktor utama yang mendukung kepercayaan pasar terhadap saham ELSA,” ujar Litta Ariesca dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 11 Januari 2026.

Sepanjang 2025, Elnusa mencatatkan pertumbuhan aktivitas pada sejumlah lini bisnis. Anak usaha yang bergerak di distribusi dan logistik energi, PT Elnusa Petrofin, mencatatkan pertumbuhan volume distribusi bahan bakar minyak sebesar 29 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Kenaikan tersebut ditopang oleh tambahan proyek distribusi dan optimalisasi jaringan operasional di berbagai wilayah. “Pada 2025 kami mengamankan 42 proyek baru di sektor distribusi dan jasa pendukung energi,” kata Litta Ariesca.

Selain distribusi BBM, Elnusa juga memperluas layanan di bidang penyediaan Oil Country Tubular Goods (OCTG) serta jasa penunjang hulu migas. Perusahaan mulai mengembangkan layanan OCTG untuk pasar internasional, termasuk Aljazair dan Thailand, sebagai bagian dari strategi diversifikasi pendapatan.

Ekspansi tersebut dilakukan di tengah dinamika industri energi global yang dipengaruhi fluktuasi harga minyak dan kebijakan investasi sektor hulu. Perusahaan menyatakan tetap fokus pada efisiensi operasional dan penguatan kapasitas teknis untuk menjaga daya saing.

Elnusa juga menegaskan komitmennya dalam menjaga tata kelola dan pengelolaan risiko operasional. Manajemen menyampaikan bahwa penguatan bisnis dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian serta kesinambungan usaha jangka panjang.

Sebagaimana diketahui, Elnusa merupakan perusahaan jasa energi terintegrasi yang menyediakan layanan penunjang kegiatan eksplorasi dan produksi migas, termasuk jasa seismik, pengeboran, well services, serta distribusi dan logistik energi melalui anak usaha. 

Perusahaan merupakan bagian dari grup Pertamina dan telah tercatat di BEI sejak 2008. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.