KABARBUSA.COM - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dinilai masih dalam tren menurun. Namun, saham panas bumi ini berpotensi mengalami kenaikan.
Pada perdagangan hari ini, Jumat, 5 Desember 2025, saham PGEO dibuka menguat sebesar 3,88 persen ke level Rp1.205. Bahkan, PGEO sempat menyentuh level Rp1.240 hingga akhirnya ditutup di level Rp1.225 pada sesi I.
BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, pergerakan saham PGEO secara jangka pendek masih dalam trend yang cenderung bearish.
"Namun, hari ini berhasil untuk rebound dari level supportnya pada Rp1.116 - Rp1.148 dan menguat," tulis BRI Danareksa dalam risetnya hari ini.
BRI Danareksa menyebut, PGEO telah berhasil menembus resistance pertama di angka Rp1.215 dan berpotensi untuk melanjutkan penguatan secara jangka pendek menuju resistance selanjutnya pada Rp1.270.
Di sisi lain, saham PGEO terpantau mengalami distribusi dari investor asing dari beberapa broker pada perdagangan Kamis, 4 Desember 2025. Mengutip Stockbit, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) membuang saham paling banyak senilai Rp7,5 miliar di kisaran harga Rp1.172.
Broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) juga ikut distribusi saham emiten panas bumi ini dengan Rp1,1 miliar di kisaran harga Rp1.180.
Meski begitu, tak sedikit dana global yang mengucur ke saham ini. Seperti halnya J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) yang mengakumulasi sebesar Rp1,5 miliar di kisaran harga Rp1.169
Ada juga Mandiri Sekuritas (CC) yang menyerok saham PGEO senilai Rp857,5 juta atau 7.400 lot di harga raya-rata Rp1.160.
PGEO Gandeng Ecolab, Teknologi Baru Siap Dikomersialisasi
Sebelumnya diberitakan, PGEO merilis aksi korporasi baru melalui kerja sama teknologi dengan Ecolab International Indonesia.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada regulator pada Rabu, 3 Desember 2025, perseroan meluncurkan solusi gabungan “3D TRASAR for Geothermal + Flow2Max”, sebuah teknologi monitoring dan optimasi operasional yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembangkit panas bumi. Langkah ini memperluas fokus PGEO tidak hanya sebagai operator geothermal, tetapi juga penyedia solusi teknologi.
Dalam dokumen tersebut, manajemen PGEO menyampaikan bahwa Flow2Max yang dikembangkan internal menjadi komponen utama sinergi teknologi ini.
“Flow2Max merupakan teknologi yang dikembangkan oleh PGEO yang dapat mengukur nilai laju aliran massa dan entalpi dari aliran dua fase secara real time dengan akurasi tinggi serta memberikan kemampuan deteksi gangguan secara cepat dalam pengambilan keputusan operasional,” tulis perseroan dalam keterbukaan informasi.
Teknologi ini kemudian dipadukan dengan 3D TRASAR milik Ecolab yang berfungsi memprediksi scaling dan menjaga kualitas fluida panas bumi.
PGEO menyebut bahwa solusi gabungan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani kedua perusahaan pada 2024 dan memperluas cakupan Flow2Max untuk diproduksi, dikembangkan, dan diimplementasikan secara global oleh Ecolab.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.