KABARBURSA.COM - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) ditutup terkoreksi usai melemah 2,11 persen atau 25 poin ke level 1.160 pada perdagangan Jumat, 28 November 2025.
PGEO memang tengah berkutat di zona merah. Dalam periode sepekan, saham emiten produksi panas bumi ini terpantau melemah sebesar 4,13 persen.
Pun dalam periode sebulan dan tiga bulan terakhir, saham PGEO melemah masing-masing sebesar 11,79 persen dan 20,55 persen.
Meski demikian, saham anak usaha Pertamina ini masih kuat dalam peridoe year to date (ytd) sebesar 24,06 persen. Sementara dalam satu tahun menghijau 17,17 persen.
Walaupun melemah dalam jangka pendek, saham PGEO terpantau mulai diakumulasi investor asing, terutama pada perdagangan Jumat 28 November 2025.
Mengutip data perdagangan Stockbit, investor asing membeli saham PGEO dari beberapa broker, salah satunya Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) yang memborong saham Rp2 miliar di harga rata-rata Rp1.181.
Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) juga menyerok saham ini di angka Rp1,2 miliar sebanyak 10 ribu lot di rentang harga Rp1.168.
Pembelian jumbo juga dilakukan BNI Sekuritas (NI) dengan nilai Rp641,8 juta di harga rata-rata Rp1.178. Serta Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG) seharga Rp487,6 juta di rentang harga Rp1.161.
Di satu sisi, berdasarkan data riset yang dihimpun dari Stockbit, sebanyak 14 dari 17 analis memberikan rekomendasi buy untuk PGEO, sementara tiga analis memilih hold dan tidak satu pun yang merekomendasikan sell.
Dalam riset yang sama, analis menetapkan target harga rata-rata di Rp1.768, atau sekitar +52 persen lebih tinggi dibanding harga pasar saat ini di Rp1.160. Target harga tertinggi diproyeksikan mencapai Rp2.400, sementara proyeksi terendah berada di level Rp1.400.(*)