KABARBURSA.COM – Pergerakan saham selama sepekan terakhir diwarnai tekanan jual signifikan pada sejumlah emiten dengan koreksi dua digit.
Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com, terdapat 10 saham yang mencatatkan penurunan terdalam dalam periode tersebut. Koreksi paling dalam terjadi pada INDS yang turun 49,59 persen.
Dalam sepekan, INDS terkoreksi hampir separuh dari posisinya. Meski demikian, secara bulanan saham ini masih mencatat kenaikan 65,10 persen dan secara tahunan menguat 474,77 persen. Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar Rp8,07 triliun.
Tekanan berikutnya terjadi pada SOTS yang melemah 41,67 persen dalam periode yang sama. Dalam satu bulan, saham ini turun 74,93 persen, sementara dalam satu tahun masih mencatat kenaikan 322,82 persen. Nilai kapitalisasi pasarnya berada di level Rp1,26 triliun.
Penurunan dengan besaran hampir serupa juga terlihat pada HILL yang terkoreksi 41,38 persen selama sepekan. Dalam satu bulan terakhir, saham ini turun 77,63 persen dan dalam satu tahun melemah 91,71 persen. Kapitalisasi pasar HILL tercatat Rp501,21 miliar.
Sementara itu, SSTM mencatat pelemahan 34,74 persen dalam sepekan. Dalam satu bulan, saham ini turun 71,65 persen. Namun secara tahunan, SSTM masih membukukan kenaikan 347,12 persen dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,08 triliun.
Koreksi 27,94 persen dialami BLUE dalam periode yang sama. Secara bulanan saham ini turun 25,02 persen, tetapi dalam satu tahun melonjak 1.346,88 persen. Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp1,93 triliun.
RMKO berada di daftar berikutnya dengan penurunan 24,86 persen selama sepekan. Dalam satu bulan saham ini terkoreksi 56,82 persen, sedangkan secara tahunan masih menguat 533,33 persen. Kapitalisasi pasar RMKO berada di level Rp831,25 miliar.
Tekanan juga terlihat pada FUJI yang melemah 22,13 persen dalam sepekan. Dalam satu bulan terakhir saham ini turun 45,37 persen, sementara dalam satu tahun mencatat kenaikan tipis 6,40 persen. Kapitalisasi pasarnya sebesar Rp475,80 miliar.
BAIK mencatat koreksi 21,72 persen dalam periode yang sama. Berbeda dengan tren pekanan, dalam satu bulan saham ini masih naik 6,79 persen dan secara tahunan menguat 297,70 persen. Kapitalisasi pasar BAIK tercatat Rp390,11 miliar.
Penurunan 21,53 persen dialami APLI dalam sepekan. Secara bulanan saham ini turun 11,35 persen dan dalam satu tahun terkoreksi 35,69 persen. Kapitalisasi pasarnya berada di level Rp446,96 miliar.
Melengkapi daftar, ARKO melemah 20,43 persen selama sepekan terakhir. Dalam satu bulan saham ini turun 29,27 persen, namun secara tahunan masih mencatat kenaikan 819,44 persen. Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar Rp24,23 triliun.
Koreksi dua digit pada sejumlah saham tersebut mencerminkan tekanan harga jangka pendek dalam perdagangan pekanan. (*)