Logo
>

Saham-saham ini Terbang 300–687 Persen Sejak Awal Tahun

Lonjakan harga terjadi pada lima saham dengan kinerja ytd tertinggi di BEI, sementara tiga di antaranya dihentikan sementara perdagangannya oleh bursa.

Ditulis oleh Syahrianto
Saham-saham ini Terbang 300–687 Persen Sejak Awal Tahun
Pergerakan saham dengan kenaikan harga tertinggi di BEI sejak awal tahun 2026. (Foto: Kabarbursa.com/Desty Luthfiani)

KABARBURSA.COM – Sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lonjakan harga signifikan sejak awal tahun 2026. Data price performance menunjukkan lima saham membukukan kenaikan antara 307 persen hingga 687 persen secara year to date (ytd).

Saham dengan kenaikan tertinggi ditempati PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) yang mencatat penguatan sekitar 687,40 persen sejak awal tahun dengan harga terakhir berada di level Rp1.000 per saham.

BEI menghentikan sementara perdagangan saham TIRT di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 2 Maret 2026. Dalam pengumumannya, BEI menyebut penghentian tersebut dilakukan setelah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

Selain TIRT, saham lain yang mencatat lonjakan besar adalah PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) dengan kenaikan sekitar 625 persen sejak awal tahun. 

Saham EURO diperdagangkan di level Rp1.885 per saham dengan penguatan harian sekitar 9,91 persen dan nilai transaksi sekitar Rp16,5 miliar.

Dalam periode lebih panjang, kinerja harga EURO juga mencatat kenaikan sekitar 196,85 persen dalam satu bulan terakhir dan sekitar 528,33 persen dalam tiga bulan terakhir. Kapitalisasi pasar perusahaan tersebut tercatat sekitar Rp4,80 triliun.

Saham lain yang mencatat kenaikan signifikan adalah PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dengan penguatan sekitar 332,08 persen sejak awal tahun. Harga saham perusahaan ini berada di level Rp2.290 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp3,47 triliun.

BEI juga menghentikan sementara perdagangan saham LUCY setelah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Suspensi perdagangan saham tersebut mulai berlaku sejak sesi I tanggal 20 Februari 2026.

Lonjakan harga juga terjadi pada saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang mencatat kenaikan sekitar 311,39 persen secara ytd dengan harga terakhir di level Rp3.250 per saham. Kapitalisasi pasar emiten tersebut tercatat sekitar Rp6,90 triliun.

BEI kembali mengambil langkah penghentian sementara perdagangan saham IFSH di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 5 Maret 2026. 

Penghentian tersebut dilakukan setelah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham perusahaan tersebut.

Selain tiga saham yang disuspensi, saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) juga mencatat kenaikan harga yang tinggi sejak awal tahun. Saham GRPM menguat sekitar 307,14 persen secara ytd dengan harga terakhir berada di level Rp342 per saham.

Pada perdagangan terakhir, saham GRPM bergerak dalam rentang Rp332 hingga Rp376 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,6 miliar dan volume perdagangan sekitar 47,4 ribu lot.

Data pergerakan harga menunjukkan lonjakan yang lebih besar dalam periode menengah pada beberapa saham tersebut. Saham TIRT mencatat kenaikan sekitar 1.023,60 persen dalam tiga bulan terakhir dan sekitar 2.172,73 persen dalam enam bulan terakhir.

Saham LUCY juga menunjukkan lonjakan harga dalam periode enam bulan yang mencapai sekitar 2.310,53 persen serta kenaikan sekitar 2.626,19 persen dalam periode satu tahun terakhir.

Adapun saham IFSH mencatat kenaikan sekitar 220,20 persen dalam satu bulan terakhir dan sekitar 316,67 persen dalam enam bulan terakhir.

Sementara itu, saham GRPM mencatat kenaikan sekitar 460,66 persen dalam tiga bulan terakhir serta sekitar 533,33 persen dalam enam bulan terakhir.

Data tersebut menunjukkan bahwa sejumlah saham di BEI mengalami kenaikan harga yang sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir, dengan sebagian di antaranya telah dikenakan penghentian sementara perdagangan oleh bursa. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.