KABARBURSA.COM – Para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) kini tengah memasuki periode panen dividen yang cukup signifikan pada pertengahan tahun 2026.
Sejumlah emiten dari berbagai sektor telah mengumumkan jadwal pembagian dividen tunai dengan angka imbal hasil atau yield yang sangat menggiurkan bagi para pemegang saham.
Fenomena ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar yang ingin mengoptimalkan keuntungan dari investasi saham mereka selain dari kenaikan harga atau capital gain.
Berdasarkan data resmi yang dihimpun Kabarbursa.com, tercatat beberapa saham menawarkan dividend yield jumbo yang menembus angka dua digit. Data tersebut merinci jadwal cum date hingga tanggal pembayaran yang jatuh pada bulan Juni dan Juli 2026.
Emiten-emiten ini berasal dari sektor pertambangan, manufaktur, hingga konsumsi yang memiliki kinerja keuangan solid sepanjang tahun buku sebelumnya.
Angka imbal hasil yang tinggi diyakini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendistribusikan laba bersih kepada para pemegang sahamnya secara optimal. Hal ini jelas mencerminkan tingkat kesehatan finansial perusahaan yang mampu menghasilkan arus kas positif secara berkelanjutan.
Puncak daftar saham dengan yield tertinggi ditempati oleh PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). Emiten pertambangan emas ini menebar dividen sebesar Rp105 per lembar saham dengan harga terakhir di level Rp500.
Kondisi tersebut membuat PSAB mencatatkan dividend yield fantastis sebesar 21 persen bagi para investornya. Adapun tanggal cum date untuk saham PSAB dijadwalkan jatuh pada 11 Juni 2026 mendatang.
Posisi kedua ditempati oleh PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang juga menawarkan imbal hasil sangat tinggi. HRTA akan membagikan dividen tunai sebesar Rp40 per saham dengan harga penutupan terakhir di angka Rp224.
Dengan perhitungan tersebut, para pemegang saham HRTA akan menikmati dividend yield sebesar 17,85 persen. Investor yang berminat mendapatkan dividen ini harus memperhatikan jadwal cum date yang jatuh pada 11 Juni 2026.
Tidak ketinggalan, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turut memberikan kejutan dengan besaran dividen yang cukup besar. INCO mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp77,64 per lembar saham dengan harga pasar saat ini di level Rp457.
Nilai ini setara dengan dividend yield sebesar 16,98 persen yang merupakan salah satu yang tertinggi di sektor pertambangan mineral. Jadwal cum date untuk saham INCO telah ditetapkan pada tanggal 10 Juni 2026.
Selain ketiga emiten di atas, PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) juga menawarkan dividen yang tidak kalah menarik bagi investor. CTBN akan membagikan dividen tunai senilai Rp465 per saham dengan harga terakhir berada di posisi Rp6.225 per lembar.
Besaran dividen tersebut menghasilkan yield sebesar 7,46 persen bagi para pemegang saham yang tercatat dalam daftar. Tanggal cum date untuk emiten ini dijadwalkan paling awal yakni pada 8 Juni 2026.
Sektor pendukung industri juga menunjukkan taringnya melalui PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) dan PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BLOG). Kedua emiten ini kompak menawarkan dividend yield yang identik sebesar 6,25 persen kepada para investornya.
SPTO membagikan dividen Rp35 dengan harga saham Rp560, sementara BLOG membagikan Rp21 dengan harga saham Rp336. Jadwal cum date untuk kedua saham ini jatuh pada tanggal 10 Juni 2026.
Emiten perlengkapan rumah tangga PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) juga masuk dalam radar pemburu dividen Juni ini. TOTO akan membagikan dividen tunai sebesar Rp13 per saham dengan harga terakhir di level Rp228 per lembar.
Angka ini memberikan imbal hasil atau yield sebesar 5,70 persen bagi para pemegang sahamnya. Investor perlu mencatat bahwa tanggal cum date untuk saham TOTO adalah pada 11 Juni 2026.
Selanjutnya, PT Jasa Teknologi Informasi Indonesia Tbk (JTPE) dan PT Madusari Murni Indah Tbk (MDKI) turut meramaikan daftar dividen tinggi. JTPE memberikan dividen Rp31 dengan yield 5,25 persen, sedangkan MDKI memberikan dividen Rp9 dengan yield 5,00 persen.
Kedua emiten ini memiliki jadwal cum date yang berbeda, di mana JTPE pada 9 Juni dan MDKI pada 10 Juni.
Bagi investor yang mengutamakan stabilitas, saham-saham seperti PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga membagikan dividen. MIDI menawarkan dividen Rp11,85 dengan yield 4,20 persen, sementara AMRT memberikan dividen Rp41,5 dengan yield 3,30 persen.
Meskipun yield mereka tidak setinggi sektor tambang, kedua emiten ritel ini dikenal memiliki kinerja yang sangat defensif. Jadwal cum date untuk kedua saham ritel ini jatuh pada tanggal 12 Juni 2026.

Investor juga perlu memperhatikan saham perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tetap membagikan dividen tunai. BBCA akan membagikan dividen sebesar Rp20 per saham dengan harga terakhir yang cukup tinggi di level Rp5.075.
Walaupun secara persentase yield hanya sebesar 0,39 persen, nominal dividen BBCA tetap menjadi incaran karena faktor keamanan dan likuiditas. Tanggal cum date untuk bank swasta terbesar di Indonesia ini jatuh pada 15 Juni 2026.
Secara keseluruhan, jadwal pembagian dividen pada bulan Juni 2026 ini didominasi oleh tanggal cum date antara 8 hingga 15 Juni. Para investor disarankan untuk selalu memperhatikan tanggal ex date agar tidak kehilangan hak atas dividen yang dibagikan.
Pembayaran dividen sendiri rata-rata akan dilakukan pada akhir Juni hingga awal Juli 2026 sesuai dengan kebijakan masing-masing emiten. Strategi pemilihan saham dengan yield tinggi tetap menjadi pilihan populer untuk meningkatkan total imbal hasil investasi tahunan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.