Logo
>

Strategi Buy on Weakness BCA Buka Peluang Rebound?

BBCA bergerak fluktuatif sejak awal pekan dengan tekanan jual asing yang masih dominan. Namun area bawah mulai dipantau pelaku pasar untuk strategi buy on weakness.

Ditulis oleh Yunila Wati
Strategi Buy on Weakness BCA Buka Peluang Rebound?
Selama empat hari perdagangan, BBCA banyak dijual asing. Totalnya mencapai Rp684 miliar. (Foto: dok BCA)

KABARBURSA.COM – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sejak awal pekan ini belum benar-benar lepas dari tekanan. Sahamnya sempat bergerak stabil di area psikologis 6.000, namun perlahan kehilangan tenaga dan akhirnya ditutup di level 5.950 pada sesi akhir perdagangan Kamis, 21 Mei 2026.

Dalam empat hari terakhir, perdagangan saham bank jumbo ini memang cukup liar. Pada 18 Mei 2026, BBCA sempat menguat ke level 6.125 dengan dukungan net foreign buy sebesar Rp107,16 miliar.

Namun, setelah itu arah geraknya langsung berubah. Sehari kemudian, saham ini terkoreksi tajam hingga 2,86 persen dan terdampar di level 5.950. Pelemahan ini dibarengi dengan aksi jual asing yang mencapai Rp306,16 miliar.

Tekanan belum berhenti pada hari itu. Di hari selanjutnya, 20 Mei 2026, asing kembali mencatatkan distribusi sebesar Rp375,75 miliar. Walau begitu, harga sempat rebound tipis ke level 5.975.

Dan, pada Kamis kemarin, tekanan asing mulai mengecil. Akan tetapi, arus keluar dana masih berlanjut. Data perdagangan menunjukkan ada net foreign sell sebesar Rp110,20 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp1,26 triliun dan frekuensi perdagangan sekitar 32 ribu kali.

Jika ditarik sejak awal pekan, total dana asing yang keluar dari BBCA mencapai sekitar Rp684 miliar, hanya dalam tiga hari perdagangan terakhir. Artinya, asing masih melakukan pengurangan posisi di tengah pergerakan sektor perbankan yang cenderung belum stabil.

Level 5.900-5.950 Area Bertahan

Menariknya, di tengah tekanan asing tersebut, harga BBCA justru mulai menunjukkan area pertahanan baru di kisaran 5.900 hingga 5.950. Level ini beberapa kali menjadi titik pantul intraday ketika tekanan jual mulai mereda.

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas melihat BBCA masih bergerak di bawah MA20, sehingga momentum penguatan belum benar-benar besar. Namun, sejumlah pelaku pasar membaca posisi saham ini sedang berada pada fase akhir koreksi, atau bagian dari wave v dari wave (c), sehingga ruang volatilitas jangka pendek masih terbuka.

Meski begitu, area bawah justru mulai dipantau trader agresif untuk strategi buy on weakness. Area 5.625 hingga 5.775 kini menjadi zona akumulasi yang cukup diperhatikan pasar.

Jika tekanan jual mulai mereda dan asing kembali masuk, BBCA berpeluang menguji area resistance terdekat di 6.425. Sementara apabila momentum berlanjut, ruang menuju 6.775 mulai terbuka.

Namun pasar masih perlu menjaga kewaspadaan. Sebab selama BBCA belum mampu kembali bertahan kuat di atas area MA20 dan arus dana asing belum berbalik positif, saham ini masih rawan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.

Untuk perdagangan hari ini, pergerakan BBCA kemungkinan masih akan sangat dipengaruhi arah dana asing dan sentimen sektor perbankan. Selama mampu menjaga area support 5.900 hingga 5.950, peluang technical rebound masih cukup terbuka.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79