KABARBURSA.COM – Pergerakan saham sepanjang sepekan terakhir menunjukkan tekanan yang cukup dalam pada sejumlah emiten. Dalam lima hari bursa, beberapa saham terkoreksi dua digit, bahkan mendekati 30 persen, mencerminkan pelemahan harga dalam waktu singkat.
Saham MSIN mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 29,55 persen ke level Rp930. Penurunan ini terjadi di tengah posisi kinerja jangka panjang yang masih positif, dengan kenaikan 121,43 persen secara tahun berjalan dan 75,47 persen dalam satu tahun.
Tekanan berikutnya terlihat pada APIC yang turun 21,41 persen ke harga Rp1.230. Koreksi ini muncul setelah pergerakan yang relatif terbatas dalam jangka panjang, dengan kenaikan satu tahun sebesar 8,37 persen.
ASPR juga masuk dalam daftar saham yang terkoreksi dalam. Harga saham ini turun 18,18 persen ke level Rp216, meskipun secara year to date masih menguat 118,18 persen dan naik 120,41 persen dalam enam bulan terakhir.
Pergerakan serupa terjadi pada DIVA yang melemah 15,18 persen ke Rp162. Dalam jangka panjang, saham ini masih mencatat kenaikan 113,16 persen dalam satu tahun, namun tekanan mulai terlihat dalam periode enam bulan terakhir.
Saham OPMS dan LUCY turut mencatat penurunan dua digit. OPMS turun 14,63 persen ke Rp140, sementara LUCY melemah 14,42 persen ke Rp1.395, meskipun keduanya masih menunjukkan kinerja tahunan yang tinggi, masing-masing 180,00 persen dan 1.134,51 persen.
KUAS juga mengalami koreksi 13,48 persen ke level Rp122. Saham ini sebelumnya mencatat kenaikan signifikan dalam jangka panjang dengan pertumbuhan 144,00 persen dalam satu tahun.
Tekanan berlanjut pada ROTI yang turun 11,80 persen ke harga Rp710. Berbeda dengan saham lain, ROTI masih mencatat kinerja negatif dalam satu tahun dengan penurunan 20,22 persen.
PNSE dan INOV melengkapi daftar saham dengan penurunan terdalam. PNSE turun 11,59 persen ke Rp610, sedangkan INOV terkoreksi 11,51 persen ke Rp123, meskipun keduanya masih mencatat kenaikan tahunan masing-masing 63,10 persen dan 39,77 persen.(*)