KABARBURSA.COM – Ada yang menarik pada hasil paparan kinerja dan proyeksi PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) yang diungkap dalam Public Expose di Surabaya, Rabu, 20 Mei 2026. Paparan ini membuat saham ditutup menguat 2,87 persen ke level 1.790 pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026.
Meski menguat, pergerakan WIIM sebenarnya masih belum sepenuhnya lepas dari tekanan teknikal. Harga saham masih tertahan di bawah MA20 sehingga pasar masih membaca adanya fase konsolidasi sebelum arah berikutnya benar-benar terbentuk.
Namun ada hal penting yang perlu mendapat perhatian. Wismilak mulai menyiapkan strategi bertahan sekaligus ekspansi di tengah industri rokok yang semakin kompetitif dan tertekan kenaikan cukai.
Dalam paparan publiknya, manajemen mengakui profitabilitas perusahaan masih tertekan, meski penjualan 2025 tumbuh lebih tinggi dibanding 2023. EBITDA FY2025 tercatat sebesar Rp634 miliar dan masih berada di bawah capaian FY2023 sebesar Rp666 miliar. Hal ini dikarenakan adanya tekanan pada margin operasional, kenaikan cukai, serta ketatnya persaingan industri rokok.
Wismilak juga mengakui, strategi perusahaan kini lebih berfokus pada menjaga volume penjualan melalui produk segmen harga menengah. Langkah tersebut membuat harga jual rata-rata per batang turun karena kontribusi produk medium segment menjadi lebih dominan dalam struktur penjualan perusahaan.
Meski margin tertekan, perusahaan masih cukup agresif menjaga pertumbuhan bisnis. Salah satu fokus utama datang dari bisnis filter yang terus berkembang meski tekanan harga mulai muncul di industri tersebut.
Manajemen menjelaskan volume penjualan filter masih tumbuh sekitar 6,1 persen meski secara nilai penjualan sempat turun akibat penyesuaian harga di pasar yang semakin kompetitif.
Menariknya, kapasitas produksi filter saat ini bahkan disebut sudah penuh. Wismilak mengungkapkan perusahaan sedang dalam proses penambahan mesin baru untuk memperbesar kapasitas produksi sekaligus memperkuat pengembangan produk filter kombinasi seperti charcoal filter, capsule filter, hingga hollow filter.
Ekspansi ke Pasar Ekspor
Di sisi lain, perusahaan juga mulai membuka cerita ekspansi pasar ekspor. Wismilak menyebut saat ini perusahaan telah melayani hampir 98 persen kebutuhan filter dalam negeri sehingga pasar ekspor mulai dilihat sebagai mesin pertumbuhan baru sekaligus jalan memperbaiki margin bisnis filter ke depan.
Untuk bisnis rokok, perusahaan masih cukup percaya diri terhadap prospek segmen Sigaret Kretek Tangan atau SKT. Manajemen menyebut kontribusi SKT kembali naik ke kisaran 31–32 persen dalam industri rokok nasional sepanjang periode 2020–2025.
Wismilak kini mencoba mendorong inovasi melalui produk Wismilak Kretek Slim Klik, yaitu produk SKT berkapsul rasa yang disebut sebagai produk pertama di kategori tersebut yang telah memiliki paten. Perusahaan berharap inovasi ini mampu mengangkat kembali penjualan SKT sejak peluncurannya pada November 2025.
Untuk 2026, manajemen memperkirakan kapasitas produksi SKM masih berada pada kategori Tier 2. Sementara volume SKT diharapkan mendekati ambang 2 miliar batang.
Buy on Weakness di Area 1.760-1.785
Di pasar saham, cerita ekspansi dan inovasi tersebut mulai memicu perburuan pendek di WIIM. Secara teknikal, saham ini diperkirakan sedang berada pada bagian awal wave C dari wave (B), sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka selama harga mampu bertahan di area support penting.
Pelaku pasar kini memantau area 1.760 hingga 1.785 sebagai zona menarik untuk strategi buy on weakness. Jika momentum penguatan berlanjut dan WIIM mampu keluar dari tekanan MA20, saham ini berpeluang menguji resistance 1.865 hingga 1.960 dalam jangka pendek.
Namun, pasar masih perlu waspada, sebab selama WIIM belum benar-benar menembus area MA20 dengan volume besar, ruang konsolidasi dan tarik-ulur jangka pendek masih cukup terbuka.(*)