KABARBURSA.COM - Menjelang penutupan pekan, bursa saham Asia dibuka di zona merah. Pergerakan pasar cenderung tertahan. Pelaku pasar bersikap hati-hati, mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih membayangi sentimen global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan optimistis. Ia menilai konflik di Iran semestinya segera mencapai titik akhir—sebuah proyeksi yang berulang disampaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Beberapa jam sebelumnya Trump mengonfirmasi bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari, yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat. Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon menjadi prasyarat utama bagi dimulainya negosiasi antara Washington dan Teheran. Seperti dikutip AFP di Jakarta, Jumat 26 April 2026.
Trump juga mengindikasikan bahwa putaran lanjutan perundingan tatap muka antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi digelar pada akhir pekan mendatang. Sementara itu, gencatan senjata dua pekan antara kedua negara dijadwalkan berakhir pada 21 April.
Di kawasan Asia, langkah strategis turut disiapkan. Lembaga pembiayaan ekspor Jepang, Japan Bank for International Cooperation, disebut akan menggelontorkan skema investasi hingga 600 miliar yen—setara USD3,8 miliar—guna membantu negara-negara Asia mengamankan pasokan energi, sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Satsuki Katayama.
Ia menambahkan, volatilitas di pasar minyak telah merembet ke pasar valuta asing, memperkuat ketidakpastian yang tengah berlangsung.
Investor juga mencermati pernyataan Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda. Ia menekankan bahwa bank sentral perlu mempertimbangkan rendahnya tingkat suku bunga riil Jepang dalam merumuskan arah kebijakan moneter.
Perdagangan saham di kawasan dibuka dengan tekanan. Indeks ASX 200 Australia turun 0,28 persen saat pembukaan, lalu melanjutkan pelemahan 0,37 persen ke posisi 8.921,50 pada pukul 08.20 WIB.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 0,43 persen, sementara Kosdaq terkoreksi 0,35 persen. Tekanan berlanjut, dengan Kospi turun 0,45 persen ke level 6.197,98.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot lebih dalam, turun 0,81 persen ke 59.036,11, setelah sebelumnya dibuka melemah 0,7 persen. Indeks Topix juga terkoreksi 0,62 persen. Aksi ambil untung mewarnai perdagangan, terutama setelah reli yang membawa indeks ke rekor tertinggi pada Kamis.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di posisi 26.229, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir di level 26.394,26—mengindikasikan potensi pembukaan yang masih tertekan.(*)