KABARBURSA.COM – Pergerakan pasar saham dalam sepekan terakhir menunjukkan tekanan pada sejumlah emiten dengan penurunan harga signifikan.
Data yang dihimpun Kabarbursa.com dari Stockbit Sekuritas Digital mencatat 10 saham mengalami pelemahan terdalam dalam periode satu minggu, dengan distribusi kapitalisasi pasar yang bervariasi.
Saham PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) mencatat penurunan terdalam sebesar 28,57 persen dalam sepekan ke level Rp60. Emiten sektor kimia ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp91,04 miliar.
PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) turut mengalami penurunan sebesar 28,47 persen ke level Rp98 dengan kapitalisasi pasar Rp166,60 miliar. Meski secara year to date (ytd) masih mencatat kenaikan 3,16 persen.
Saham PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) terkoreksi 25,42 persen ke level Rp132 dengan kapitalisasi pasar Rp158,40 miliar. Penurunan ini terjadi di tengah kinerja tahunan yang masih positif dengan kenaikan 153,85 persen.
PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) melemah 20,99 persen ke level Rp715 dengan kapitalisasi pasar Rp362,98 miliar. Saham sektor industri ini sebelumnya mencatat kinerja jangka menengah yang cukup kuat.
Sementara itu, PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) turun 16,67 persen ke level Rp50 dengan kapitalisasi pasar Rp34,36 miliar. Emiten properti ini juga mencatat tekanan dalam jangka menengah dan panjang.
Saham PT Intraco Penta Tbk (INTA) terkoreksi 15,49 persen ke level Rp60 dengan kapitalisasi pasar Rp200,64 miliar. Pergerakan ini terjadi setelah penurunan harian yang dalam, memperlihatkan tekanan lanjutan dalam jangka pendek.
PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mencatat penurunan 15,15 persen ke level Rp28 dengan kapitalisasi pasar Rp146,59 miliar. Saham ini juga mengalami pelemahan dalam periode satu bulan dan tiga bulan.
Saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) turun 14,29 persen ke level Rp84 dengan kapitalisasi pasar Rp84,00 miliar. Tekanan pada saham ini terlihat konsisten dalam berbagai timeframe.
PT MD Pictures Tbk (FILM) melemah 14,09 persen ke level Rp2.500 dengan kapitalisasi pasar Rp27,21 triliun. Sebagai saham berkapitalisasi besar di sektor media, penurunan ini menunjukkan tekanan juga terjadi pada saham dengan likuiditas tinggi.
Sementara itu, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) mencatat penurunan 12,74 persen ke level Rp137 dengan kapitalisasi pasar Rp548,00 miliar.
Saham sektor konsumer ini menunjukkan pelemahan yang relatif lebih terbatas dibandingkan emiten lain dalam daftar.
Pergerakan sepuluh saham ini menunjukkan tekanan yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari industri kimia, properti, hingga media.
Saham berkapitalisasi kecil mendominasi daftar penurunan, namun keterlibatan saham berkapitalisasi besar seperti FILM menunjukkan bahwa tekanan tidak terbatas pada satu kelompok saham.
Distribusi kapitalisasi pasar yang lebar, dari puluhan miliar hingga puluhan triliun rupiah, mencerminkan pelemahan yang terjadi secara luas.
Penurunan harga dalam sepekan ini memperlihatkan dinamika pasar yang bergerak cepat dengan tekanan jual yang menyasar berbagai lapisan saham.(*)