Logo
>

Tekanan Nvidia Mengguncang Wall Street, Sektor Teknologi Terseret Arus Koreksi

Saham-saham teknologi, terutama subsektor perangkat lunak dan semikonduktor, berayun liar dalam beberapa pekan terakhir

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Tekanan Nvidia Mengguncang Wall Street, Sektor Teknologi Terseret Arus Koreksi
Ilustrasi wall street. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bursa saham di Wall Street terperosok pada perdagangan Kamis waktu setempat. Sentimen negatif berkelindan cepat, dipantik tekanan masif pada saham-saham teknologi setelah laporan kinerja raksasa kecerdasan buatan, Nvidia, tak mampu menjawab ekspektasi tinggi pelaku pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu bertahan di zona hijau, menorehkan kenaikan marginal 17,05 poin atau 0,03 persen ke level 49.499,20. Namun gambaran lebih luas menunjukkan lanskap berbeda. Indeks S&P 500 terkoreksi 37,27 poin atau 0,54 persen menjadi 6.908,86, sedangkan Nasdaq Composite terjerembap 273,69 poin atau 1,18 persen ke posisi 22.878,38. Laporan tersebut dihimpun oleh Reuters di New York,  Jumat 27 Februari pagi WIB.

Sektor teknologi menjadi episentrum tekanan. Indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) merosot tajam 3,2 persen, membebani Nasdaq yang sarat emiten berbasis inovasi digital. Koreksi ini terasa ironis. Sebelumnya, SOX sempat melesat 15,7 persen sejak awal tahun dan berada di ambang pencapaian reli 11 pekan beruntun—sebuah torehan yang berpotensi menjadi rekor terpanjang.

Volatilitas kini menjelma keniscayaan. Saham-saham teknologi, terutama subsektor perangkat lunak dan semikonduktor, berayun liar dalam beberapa pekan terakhir. Investor mencermati dengan waswas lonjakan belanja modal serta potensi disrupsi struktural yang dibawa gelombang kecerdasan buatan. Optimisme dan kecemasan bertaut dalam satu tarikan napas.

Laporan kuartal keempat Nvidia, yang dirilis selepas penutupan perdagangan, sejatinya melampaui proyeksi analis dan menghadirkan panduan bisnis yang tetap optimistis. Namun pasar tak sekadar menimbang angka absolut. Perlambatan ritme pertumbuhan pendapatan menjadi catatan kritis yang memantik kekecewaan terselubung. Harga sahamnya pun terkoreksi 5,5 persen.

Chief Strategist Simplify Asset Management, Michael Green, menyebut fenomena ini sebagai “Nvidia hangover” yang menjalar luas ke ekosistem AI. S&P 500 terseret oleh Nvidia dan kelompok saham Magnificent 7, sementara Nasdaq mengalami tekanan yang lebih telak, tuturnya.

Ia menambahkan, aksi jual mencerminkan reposisi agresif investor. Sebelumnya, banyak pelaku pasar mengambil eksposur besar pada saham Nvidia dan berspekulasi terhadap lompatan disrupsi AI. Ketika ekspektasi hiperbolik itu tak terealisasi dalam skala kolosal, likuidasi pun terjadi. Saham Nvidia ditekan, sementara emiten lain yang sempat dilepas justru terangkat. Sebuah rotasi cepat. Sebuah pengingat bahwa euforia pasar kerap berumur singkat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.