Logo
>

Transaksi BEI Anjlok 36 Persen: Likuiditas Pasar Menyusut

Angka ini menyusut 8,6 persen dibandingkan capaian sepekan sebelumnya yang mencapai 28,31 miliar saham per hari

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Transaksi BEI Anjlok 36 Persen: Likuiditas Pasar Menyusut
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Sepanjang sepekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), dinamika pasar saham menunjukkan perlambatan yang cukup terasa. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat hanya sebesar Rp14,77 triliun, merosot tajam dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat mencapai Rp23,33 triliun per hari.

Mengacu pada data perdagangan saham periode 30 Maret hingga 2 April 2026, rata-rata volume transaksi harian berada di level 25,87 miliar saham. Angka ini menyusut 8,6 persen dibandingkan capaian sepekan sebelumnya yang mencapai 28,31 miliar saham per hari. Penurunan ini mencerminkan meredanya geliat aktivitas pelaku pasar.

Namun, di tengah kontraksi tersebut, frekuensi transaksi justru menunjukkan arah berbeda. Rata-rata frekuensi transaksi harian selama periode yang sama meningkat 2,9 persen menjadi 1,78 juta kali, dari sebelumnya 1,73 juta kali transaksi per hari. Sebuah anomali kecil di tengah tekanan likuiditas.

Pada penutupan perdagangan Kamis 2 April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah. Indeks parkir di level 7.026, terkoreksi 1 persen dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya yang berada di level 7.097.

Seiring dengan pelemahan IHSG tersebut, nilai kapitalisasi pasar di BEI ikut tergerus. Total market cap tercatat sebesar Rp12.305 triliun, turun 1,69 persen dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya. Koreksi ini menandakan berkurangnya valuasi pasar secara agregat.

Sepanjang perdagangan Kamis pada pekan ini, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih di seluruh pasar (all market) senilai Rp813,51 miliar. Tekanan dari arus dana global masih terasa. Bahkan, secara kumulatif sejak awal tahun 2026, nilai net foreign sell di BEI telah mencapai Rp33,83 triliun—sebuah angka yang mencerminkan arus keluar modal asing yang cukup signifikan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.