KABARBURSA.COM – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyampaikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atas surat permintaan penjelasan bernomor S-13671/BEI.PP3/12-2025. Surat tersebut berisi permintaan klarifikasi mengenai kondisi operasional, rencana bisnis, dan sejumlah transaksi keuangan dalam laporan keuangan perseroan.
Chief of Corporate Affairs VKTR, Indah Permatasari Saugi, menegaskan kesiapannya memberikan klarifikasi lanjutan kepada regulator. “Bersama ini kami menyampaikan tanggapan lebih lanjut atas surat tersebut sebagaimana terlampir,” tulis Indah dalam keterangan resmi Jumat, 5 Desember 2025.
VKTR menjelaskan bahwa kenaikan signifikan akun Barang dalam Penyelesaian sebagaimana disoroti BEI, disebabkan aktivitas produksi kendaraan listrik yang sedang berlangsung.
“Peningkatan signifikan dari sub akun Barang dalam penyelesaian mayoritas dikarena adanya proses produksi 30 unit Bus listrik dan 10 Truk listrik, yang menurut jadwal akan diserahkan kepada customer pada bulan Oktober - November 2025," tulis dia.
Barang dalam penyelesaian tersebut adalah unit yang telah melewati sebagian proses produksi namun belum mencapai tahap barang jadi.
BEI juga meminta penjelasan mengenai utang lain-lain sebesar Rp100 miliar pada entitas anak PT VKTR Sakti Industries (VSI). Utang ini timbul karena adanya penyertaan aset berupa tanah dan bangunan dari pemegang saham VSI, atas nama Widodo.
VKTR menjelaskan bahwa penyerahan aset tersebut merupakan bagian dari komitmen pembangunan fasilitas perakitan kendaraan listrik di Magelang. Dalam suratnya, perseroan menuliskan:
“Pemegang saham VSI berkomitmen untuk membangun fasilitas perakitan kendaraan listrik di Magelang. Pak Widodo sebagai pemegang saham menyertakan tanah dan bangunan senilai Rp100 miliar untuk digunakan sebagai fasilitas Produksi," sambung dalam klarifikasi itu.
Perseroan juga mengonfirmasi bahwa terdapat rencana debt equity swap, namun struktur kepemilikan tetap tidak berubah.
“Perseroan berencana melakukan debt equity swap tanpa merubah struktur kepemilikan VSI. Struktur kepemilikan VSI saat ini dan setelah dilaksanakan debt to equity swap adalah Perseroan 60 persen dan Pak Widodo 40 persen," katanya.
VKTR menegaskan bahwa kendali perseroan atas VSI tetap terjaga setelah VSI melakukan debt equity swap, Perseroan tetap menjadi pengendali VSI.
Sementara akun yang terkait transaksi tersebut juga diperjelas yakni akun yang berhubungan dengan utang lain-lain sebesar Rp100 miliar adalah Aset tetap.
Saham VKTR masih disuspensi
Data perdagangan yang diterima redaksi menunjukkan bahwa saham VKTR masih berada dalam status suspensi. Harga terakhir tercatat di level 650, sementara grafik tiga bulan menunjukkan kenaikan hingga 424.19 persen. Namun selama suspensi, perdagangan tidak dapat dilakukan.
Suspensi tersebut bagian dari tindakan pengawasan pasar yang biasa dilakukan ketika regulator membutuhkan klarifikasi tambahan atau ketika terjadi pergerakan harga tidak wajar.
VKTR bergerak di sektor otomotif dan komponen otomotif, dengan fokus pada pengembangan bus dan truk listrik serta ekosistem pendukungnya. Pembangunan fasilitas produksi di Magelang menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kapasitas manufaktur kendaraan listrik nasional.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.