Logo
>

Beda Harga Suzuki e Vitara India dan Indonesia Tembus Rp400 Juta

Suzuki e Vitara di India dibanderol mulai Rp304 juta hingga Rp376 juta, jauh lebih rendah dibanding harga di Indonesia yang tembus Rp755 juta.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Beda Harga Suzuki e Vitara India dan Indonesia Tembus Rp400 Juta
Di RI mulai Rp755 juta, Suzuki e Vitara di India cuma dijual Rp300 jutaan. Berikut perbandingan harganya. Foto: Autocar India

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Mobil listrik Suzuki e Vitara resmi meluncur di India menjelang akhir Februari tahun ini. Sebelumnya, Suzuki e Vitara mengaspal di Indonesia pada 5 Februari melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang digelar di Jakarta.

    Suzuki e Vitara untuk pasar Indonesia masih berstatus impor utuh atau Completely Build Up (CBU) dari India. Namun, di negara asalnya, terdapat beberapa perbedaan spesifikasi dan varian.

    Mengutip Gaadiwaadi, e Vitara versi India hadir dalam tiga varian yakni Delta, Zeta dan Alpha. Delta sebagai varian paling dasar mengusung baterai kapasitas 49 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 440 kilometer. Sementara Alpha yang jadi varian teratas menggunakan baterai 61 kWh yang mampu menjangkau jarak 543 km.

    Sementara baterai berjenis Lithium Iron-Phosphate milik SUV listrik tersebut, membutuhkan waktu sekitar 6,5 jam saat dicas dengan AC charhing 7,4 kW untuk varian baterai 49 kWh. Untuk varian 61 kWh bisa memakan waktu hingga 9 jam.

    Namun, saat menggunakan pengisian cepat atau DC fast charging, baterai Suzuki e Vitara diklaim hanya butuh 45 menit untuk mengecas dari 10 hingga 80 persen.

    Secara performa, tenaga maksimum Suzuki e Vitara diklaim sebesar 142 HP dengan torsi 193 Nm. Sedangkan untuk varian tertinggi, tenaganya diklaim Maruti Suzuki bisa mencapai 172 HP.

    Pada kaki-kainya, tersemat suspensi MacPherson strut di depan dan multi-link di belakang, dipadukan dengan rem cakram di keempat roda, rem parkir elektronik, dan velg alloy 18 inci.

    Eksterior dilengkapi lampu depan proyektor LED, Daytime Running Lights (DRL), lampu belakang LED, sampai wiper otomatis. Pada varian atas e Vitara, fitur eksterior ditambah lampu depan otomatis dengan fitur fungsional Follow Me Home

    Masuk ke dalam kabin, Suzuki e Vitara mengusung tema dua warna interior yakni cokelat dan hitam. Terdapat layar head unit 10,1 inci yang mendukung konektivitas smartphone nirkabel, serta panel instrumen digital 10,25 inci. Fitur penyimpanan dirancang fungsional melalui beberapa tempat gelas, kompartemen pendingin, dan konfigurasi bagasi fleksibel.

    Material kulit jok menyesuaikan varian, mulai dari kain atau fabric pada trim bawah hingga kombinasi kulit sintetis dan fabric untuk varian tertinggi.

    Fitur-fitur terkait keselamatan dan kenyamanan juga tidak berbeda dengan unit yang dipasarkan di Indonesia. Namun perlu diketahui, e Vitara versi Indonesia tampaknya mengambil varian tertinggi dari India. Sebab ia menggunakan baterai 61 kWh dan fitur-fitur yang lebih komplit.  

    Soal harga, Maruti Suzuki e Vitara dipasarkan cukup beragam tergantung variannya. Untuk Delta dengan baterai 49 kWh ditawarkan sebesar Rs 15,99 lakh atau setara sekitar Rp304 juta. 

    Varian Zeta dengan baterai 61 kWh dibanderol Rs 17,49 lakh atau sekitar Rp332 juta. Kemudian Alpha sebagai varian teratas dengan baterai 61 kWh dipatok Rs 19,79 lakh atau sekitar Rp376 juta.

    Harga Suzuki e Vitara di India jauh lebih murah bahkan bisa lebih dari setengah harganya. Sebab di Indonesia banderolnya ditawarkan mulai Rp755 juta hingga Rp758 juta on the road Jakarta.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Harun Rasyid

    Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.