Logo
>

Buka Pasar Baru! Indonesia Gandeng Rusia di INNOPROM 2026

Indonesia resmi jadi Partner Country di INNOPROM 2026 Rusia. Langkah ini jadi upaya membuka akses industri nasional ke pasar nontradisional seperti CIS.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Buka Pasar Baru! Indonesia Gandeng Rusia di INNOPROM 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Penetapan Indonesia sebagai Partner Country pada pameran industri internasional INNOPROM 2026 menjadi langkah pemerintah membuka akses ke pasar nontradisional, khususnya Rusia dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).

    Peran tersebut menempatkan INNOPROM bukan sekadar ajang pameran industri, tetapi sebagai instrumen ekonomi untuk memperluas jangkauan pasar produk manufaktur dan kerja sama industri Indonesia di luar pasar utama.

    Kegiatan yang bakal digelar pada 6-9 Juli 2026 di Yekaterinburg, Rusia ini disebut-sebut bakal jadi pameran industri terbesar di Asia Tengah dan Eurasia. Pameran yang melibatkan hampir 1.000 exhibitor dan menempati area seluas 50.000 meter persegi.

    Sejak pertama kali digelar pada 2010, INNOPROM diklaim telah menjadi etalase inovasi, teknologi, dan kerja sama industri global.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, partisipasi Indonesia sebagai Partner Country diarahkan untuk memperluas akses pasar nontradisional sekaligus memperdalam kerja sama industri dengan mitra internasional.

    Agus menuturkan, pameran ini bakal menjadi platform strategis untuk memperluas akses pasar dan memperdalam kerja sama industri Indonesia dengan mitranya di dunia internasional, khususnya Rusia dan kawasan Eurasia.

    “Melalui forum ini, Indonesia dapat memperkenalkan kapabilitas industrinya sekaligus membuka peluang investasi dan kemitraan yang saling menguntungkan,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Januari 2026.

    Sebagai Partner Country, Indonesia akan menampilkan produk manufaktur unggulan, potensi investasi, serta peluang kemitraan di berbagai sektor prioritas. Kehadiran ini juga diarahkan untuk mempromosikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dan inovasi di kawasan, sekaligus memperluas jangkauan pasar ke Rusia dan negara-negara CIS.

    Menurutnya, partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 menunjukkan kemampuan dan daya saing Industri nasional di dunia. 

    “Indonesia ingin hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra strategis yang menampilkan komitmen terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan industri yang inklusif,” ujarnya.

    Hubungan kerja sama industri antara Indonesia dan Federasi Rusia selama ini mencakup berbagai sektor, mulai dari industri pupuk, farmasi dan alat kesehatan, metalurgi, galangan kapal, industri krisotil, hingga pengembangan industri halal.

    Kerja sama tersebut digadang-gadang menjadi fondasi bagi Indonesia untuk memaksimalkan peran sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026.

    Sebagai bagian dari persiapan menuju INNOPROM 2026, Kemenperin dengan dukungan KBRI Moskow telah menyelenggarakan Indonesia–Russia Business Matching: Road to INNOPROM 2026 di Moskow.

    Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian sejumlah nota kesepahaman strategis di bidang industri serta menyelaraskan agenda kerja sama antara pelaku industri Indonesia dan mitra Rusia.

    Dalam kerangka penguatan kerja sama bilateral, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia juga telah menyepakati sejumlah nota kesepahaman di sektor industri strategis.

    Kerja sama tersebut mencakup bidang galangan kapal, penelitian ilmiah terkait keamanan penggunaan krisotil, serta kerja sama industri lain yang masih dalam tahap finalisasi.

    Dukungan terhadap partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 juga datang dari Pemerintah Rusia dan penyelenggara INNOPROM, Formika Event. Dukungan ini mencakup penguatan kerja sama industri di bidang teknologi, energi, transportasi, dan digitalisasi industri.

    Melalui keikutsertaan sebagai Partner Country di INNOPROM 2026, Indonesia menegaskan upaya memperluas pasar industri ke kawasan Eurasia serta memperkuat posisi produk manufaktur nasional di pasar nontradisional.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Citra Dara Vresti Trisna

    Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.