KABARBURSA.COM — Masuknya truk pikap listrik dengan banderol harga relatif rendah mulai memperluas peta persaingan di segmen kendaraan niaga ringan.
Chery Automobile resmi meluncurkan Himla (Rely R08) EV sebagai pikap listrik murni dengan harga mulai dari 127.800 hingga 158.800 yuan atau Rp383 jutaan, menempatkan kendaraan listrik ke wilayah pasar yang selama ini dikenal sensitif terhadap harga.
CarNewsChina melaporkan, Himla EV menjadi truk pikap listrik murni pertama di bawah merek Himla dan ditawarkan dalam enam varian. Rentang harga tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak lagi terbatas pada segmen penumpang atau produk berharga tinggi, melainkan mulai hadir di kategori kendaraan kerja yang digunakan untuk aktivitas niaga dan logistik.
Peluncuran ini juga menandai perluasan elektrifikasi ke segmen pikap, yang selama ini identik dengan kendaraan utilitas. Dengan harga yang dibuka pada kisaran tersebut, pikap listrik mulai berada pada rentang yang relevan bagi pelaku usaha yang mempertimbangkan kendaraan operasional sebagai bagian dari biaya produksi dan distribusi.
Himla EV hadir dengan dua konfigurasi penggerak, yakni penggerak roda belakang bermotor tunggal dan penggerak semua roda bermotor ganda. Kendaraan ini menggunakan konstruksi bodi-pada-rangka dan tersedia dalam versi bak standar serta bak panjang, yang umum digunakan pada kendaraan niaga ringan.
Dari sisi sistem penggerak, Himla EV sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik dengan pilihan paket baterai berkapasitas 66,54 kWh dan 88 kWh.
Jarak tempuh yang ditawarkan bervariasi antara 405 km hingga 510 km tergantung konfigurasi. Varian penggerak roda belakang memiliki output daya maksimum 150 kW, sementara versi penggerak semua roda mencapai daya gabungan 300 kW.
Peluncuran Himla EV pada 27 Januari 2026 memperlihatkan bahwa produsen mulai membawa kendaraan listrik ke segmen kerja dengan pendekatan harga yang lebih terjangkau.
Dengan masuknya pikap listrik ke pasar kendaraan niaga ringan, struktur harga di segmen ini berpotensi mengalami penyesuaian seiring hadirnya alternatif kendaraan berbasis listrik.(*)