Logo
>

Transaksi Contactless BRI Melejit, Tumbuh 1.195 Persen

Adopsi kartu debit contactless BRI melonjak signifikan, dorong nilai transaksi Rp15,9 triliun dan perkuat strategi digital serta funding murah.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Transaksi Contactless BRI Melejit, Tumbuh 1.195 Persen
Transaksi nirsentuh BRI naik 1.195 persen, ini pendorongnya. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus berupaya memperkuat ekosistem pembayaran digital.

Penguatan ekosistem pembayaran digital dinilai sebagai strategi BRI dalam mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan, sekaligus mempertebal basis dana murah perseroan.

Hasil langkah tersebut terlihat dari pengembangan acceptance payment, termasuk mesin EDC merchant BRI yang kini telah dilengkapi teknologi contactless.

Dari sisi pengguna, adopsi kartu debit contactless BRI dilaporkan melonjak signifikan. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, frekuensi transaksi contactless kartu debit BRI naik 1.144 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Lonjakan ini merupakan imbas dari semakin luasnya penggunaan metode pembayaran contacless atau nirsentuh dalam aktivitas harian masyarakat, khususnya pengguna BRI.

Selain itu, nilai transaksi BRI juga mencatatkan pertumbuhan kuat. Hingga kuartal I 2026, nilai transaksi debit contactless BRI mencapai Rp15,9 triliun atau tumbuh 1.195 persen YoY.

Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi jumlah kartu. Sejak diluncurkan pada Oktober 2024, kartu debit contactless BRI telah menembus 1 juta unit atau tumbuh 796 persen secara tahunan.

Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto menyatakan, penguatan ekosistem pembayaran merupakan bagian dari transformasi BRIvolution Reignite, khususnya dalam memperkuat funding franchise.

“Pengembangan layanan seperti contactless menjadi bagian dari pilar Transform the Funding Franchise. Untuk memperkuat funding tersebut, BRI terus mendorong peningkatan aktivitas transaksi nasabah melalui pengembangan ekosistem pembayaran. Salah satunya melalui layanan contactless yang kami dorong di segmen ritel, sehingga transaksi menjadi lebih mudah sekaligus memperkuat basis dana murah perseroan,” ujarnya lewat keterangan resmi, Minggu 3 Mei 2026.

Seiring peningkatan adopsi, layanan ini juga mulai berkontribusi terhadap kinerja keuangan.

Pendapatan berbasis komisi (fee-based income/FBI) dari layanan contactless BRI dinyatakan tumbuh 770,5 persen YoY.

Terkait aspek keamanan, BRI mengandalkan teknologi Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan transaksi hanya dilakukan dalam jarak sangat dekat.

Sistem ini dilengkapi pembatasan nominal, enkripsi data, sampai pemantauan real-time untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan.

“Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya adopsi teknologi pembayaran nirsentuh di masyarakat, tetapi juga menunjukkan efektivitas transformasi digital BRI dalam menghadirkan layanan transaksi yang lebih cepat, praktis, dan aman, sejalan dengan perubahan perilaku nasabah menuju gaya hidup contactless,” pungkas Aquarius. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.