Logo
>

Ekonom: Program MBG Belum Cukup Angkat Industri Otomotif

Program Makan Bergizi Gratis dinilai mampu mendongkrak permintaan kendaraan niaga, meski dampaknya belum cukup mengubah industri otomotif.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Ekonom: Program MBG Belum Cukup Angkat Industri Otomotif
Ilustrasi mobil yang digunakan untuk distribusi logistik MBG. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Pembelian sejumlah kendaraan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mampu memberi dampak signifikan terhadap penjualan kendaraan di pasar otomotif Indonesia. 

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menilai dampak pembelian kendaraan untuk operasional MBG tidak dapat mengubah arah utama industri otomotif. 

“Pembelian kendaraan untuk mendukung program makan bergizi gratis dapat membantu sektor otomotif, tetapi dampaknya kemungkinan lebih bersifat tambahan, bukan pengubah arah utama industri,” kata Josua kepada KabarBursa.com, Rabu, 13 Mei 2026.

Josua menjelaskan, permintaan kendaraan operasional, logistik makanan, kendaraan pendingin, dan distribusi dapat memberi dorongan pada segmen kendaraan niaga ringan dan kendaraan pendukung rantai pasok.

Kendati demikian, skala dampaknya bergantung pada model pengadaan, porsi kendaraan baru, kandungan lokal, dan apakah pembelian dilakukan serentak atau bertahap.

“Jika pengadaan banyak memakai kendaraan baru produksi dalam negeri, dampaknya ke industri bisa lebih terasa. Tetapi, jika pengadaan dilakukan melalui sewa, kendaraan bekas, atau jumlahnya tersebar, maka dampaknya terhadap produksi otomotif nasional relatif terbatas,” kata Josua.

“MBG dapat menjadi katalis sektoral, tetapi belum cukup untuk mengangkat seluruh industri otomotif jika permintaan rumah tangga dan pembiayaan kendaraan masih lemah,” sambungnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, program MBG disebut-sebut memberi dampak signifikan terhadap penjualan di sektor otomotif. PT Suzuki Indomobil Sales mencatat penjualan kendaraan niaga pada Januari-Februari 2026 melonjak 93 persen dibanding periode sama tahun lalu, dengan kontribusi penjualan fleet mencapai sekitar 26 persen dari total penjualan kendaraan niaga.

Suzuki menyebut permintaan untuk mendukung program MBG sudah berlangsung sejak 2025, terutama melalui penggunaan APV Blind Van dan Carry pikap sebagai kendaraan operasional distribusi makanan.

Pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan publik. Motor listrik trail Emmo JVX GT ramai diperbincangkan setelah disebut memiliki kemiripan dengan motor listrik China Kollter ES1-X Pro yang dipasarkan di Alibaba.

Di laman resmi pengadaan kendaraan, Emmo JVX GT dibanderol Rp56,8 juta per unit, sementara Kollter ES1-X Pro di Alibaba dijual mulai Rp10 jutaan hingga sekitar Rp6,9 juta per unit berdasarkan pantauan KabarBursa.com pada 13 April 2026. Meski demikian, situs Alibaba tidak mencantumkan spesifikasi detail produk tersebut.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.