KABARBURSA.COM - Hino selaku merek kendaraan niaga coba melanjutkan investasinya di Indonesia. Investasi baru Hino dipandang sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan pasar kendaraan niaga untuk pasar domestik hingga luar negeri.
Setelah 43 tahun beroperasi di Tanah Air, investasi Hino dilakukan dari sektor manufaktur, penguatan rantai pasok lokal, serta layanan purna jual.
Melalui PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Hino membangun basis produksi terintegrasi dengan luas area 296.000 meter persegi dan bangunan lebih dari 169.000 meter persegi.
asilitas ini didukung 1.548 tenaga kerja dan memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 75.000 unit per tahun yang mencakup pembuatan kendaraan niaga segmen light duty, medium duty, hingga bus.
Kegiatan produksi Hino di Indonesia diklaim sudah berstandar manufaktur Hino Motors Limited Jepang.
“Komitmen Hino terhadap penguatan industri nasional juga tercermin dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk Hino yang telah mencapai di atas 40 persen ditambah lagi Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) 14.10 persen," ujar Harianto Sariyan, Director PT HMMI lewat keterangan resmi, dikutip Kamis, 22 Januari 2026.
Upaya pabrikan asal Negeri Sakura tersebut juga didorong aspek kebermanfaatan lokal untuk menguatkan industri otomotif dalam negeri.
"Ini bukti dari strategi jangka panjang untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal, pengembangan supplier dalam negeri, serta penguatan rantai pasok industri otomotif nasional,” tambah Harianto.
Tak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, pabrik Hino di Indonesia juga berperan sebagai basis ekspor.
Sejak ekspor perdana pada 2011, Hino Indonesia secara konsisten mengirimkan kendaraan utuh (CBU), CKD, serta komponen ke berbagai negara, mulai dari Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, hingga Jepang, serta pasar di Amerika Selatan dan Pasifik seperti Bolivia, Haiti, dan Papua Nugini.
Bagi perusahaan, aktivitas ekspor ini menempatkan Indonesia sebagai bagian penting dari rantai produksi global Hino, sekaligus memperkuat posisi industri otomotif nasional di pasar internasional.
Jika dilihat lagi, keberlanjutan investasi Hino bakal membawa dampak struktural bagi industri otomotif Indonesia seperti pertumbuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dapat mendorong pertumbuhan industri komponen lokal serta memperkuat ekosistem supplier nasional.
Selain itu, kapasitas produksi besar dan orientasi ekspor menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur kendaraan niaga di kawasan. Standar global Hino juga berpeluang menciptakan transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia sampai di sektor manufaktur.
Untuk dampak di sisi hilir, jaringan layanan purna jual Hino yang dikatakan terintegrasi ini berpotensi menjaga operasional kendaraan di sektor logistik dan transportasi dalam menggerakan ekonomi.(*)