Logo
>

Penjualan Hyundai Stabil di RI, Ekspor Tembus 48 Ribu Unit

Hyundai catat ekspor kuat 48.213 unit sepanjang 2025, sementara penjualan EV Hyundai dan Kia di Amerika Serikat anjlok setelah hilangnya insentif pajak.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Penjualan Hyundai Stabil di RI, Ekspor Tembus 48 Ribu Unit
Ilustrasi penjualan Hyundai di Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Selama periode Januari hingga Oktober 2025, merek Hyundai mencatatkan performa yang beragam di pasar otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales atau pengiriman kendaraan dari pabrik ke dealer mencapai 16.594 unit, setara dengan 2,6 persen pangsa pasar nasional.

Angka tersebut menunjukkan pergerakan yang fluktuatif, dengan puncak penjualan terjadi pada bulan Maret sebanyak 2.424 unit, sebelum kemudian bergerak stabil di bawah 1.500 unit per bulan.

Sementara itu, penjualan ritel atau langsung ke konsumen mencatat total 17.159 unit selama sepuluh bulan pertama tahun ini, juga dengan pangsa pasar sekitar 2,6 persen.

Kinerja ritel Hyundai terbilang stabil dengan penjualan bulanan di kisaran 1.200 hingga 1.500 unit, mencerminkan daya serap pasar yang konsisten meski di tengah ketatnya persaingan segmen kendaraan listrik dan SUV kompak.

Dari sisi produksi, Hyundai menunjukkan kapasitas manufaktur yang solid melalui fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang. Total produksi sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai 62.487 unit, atau sekitar 6,5 persen dari total produksi kendaraan nasional.

Sebagian besar hasil produksi tersebut dialokasikan untuk pasar ekspor, yang pada periode sama mencapai 48.213 unit atau 11,3 persen dari total ekspor kendaraan Indonesia. Aktivitas ekspor Hyundai mencapai titik tertinggi pada bulan September dengan 6.073 unit, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap kinerja ekspor otomotif nasional.

Sementara itu, volume impor kendaraan CBU Hyundai tercatat relatif kecil, yakni 1.934 unit atau hanya 1,4 persen dari total impor nasional, menandakan bahwa strategi perusahaan kini lebih berfokus pada produksi lokal.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa meskipun penjualan domestik Hyundai masih terbatas di bawah 3 persen pangsa pasar, kontribusi perusahaan terhadap ekspor dan penguatan industri manufaktur otomotif Indonesia semakin menonjol sepanjang 2025.

Penjualan Hyundai dan KIA Rontok di AS

Seperti diberitakan sebelumnya, penjualan KIA dan Hyundai rontok di AS. Tanpa adanya insentif pajak federal senilai 7.500 dolar AS, pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat mengalami penurunan tajam pada Oktober 2025.

Dampak paling besar dirasakan oleh dua produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai dan Kia, yang mencatat penurunan signifikan pada lini kendaraan listrik mereka, meskipun secara keseluruhan penjualan tahunan masih mencatatkan pertumbuhan.

Hyundai melaporkan total penjualan sebanyak 70.118 unit pada Oktober, turun 2 persen dari 71.802 unit pada periode yang sama tahun 2024. Meski demikian, secara kumulatif penjualan Hyundai tahun ini naik 10 persen menjadi 748.467 unit. Namun, penurunan paling tajam terjadi di segmen kendaraan listrik.

Penjualan Hyundai Ioniq 5 merosot 62 persen, hanya 1.642 unit dibandingkan 4.498 unit pada Oktober tahun lalu. Model Ioniq 6 juga mengalami penurunan 52 persen, dari 837 unit menjadi 398 unit. Sementara itu, Ioniq 9, yang baru diluncurkan tahun ini, hanya mencatat 317 unit penjualan pada Oktober, dengan total 4.494 unit sepanjang tahun.

Beberapa model konvensional Hyundai juga mengalami penurunan, seperti Kona (-13 persen), Santa Cruz (-29 persen), Sonata (-32 persen), dan Elantra (-16 persen). Sebaliknya, model SUV masih menunjukkan pertumbuhan positif, antara lain Palisade (+6 persen), Santa Fe (+22 persen), Tucson (+16 persen), dan Venue (+49 persen).

Situasi serupa juga dialami Kia. Hingga Oktober 2025, Kia mencatat penjualan sebanyak 705.150 kendaraan, meningkat dari 653.078 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penurunan tajam tetap terjadi pada kendaraan listrik.

Pada Oktober, Kia hanya berhasil menjual 666 unit EV9 tiga baris, turun dari 1.941 unit pada bulan yang sama tahun lalu. Sepanjang tahun ini, total penjualan EV9 mencapai 13.114 unit, lebih rendah dibandingkan 17.911 unit pada 2024. Penjualan EV6 juga turun dari 1.732 unit menjadi 508 unit di bulan Oktober, dengan total 11.585 unit sejak awal tahun, dibandingkan 17.717 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, Kia juga memasarkan Niro dalam versi listrik, namun data penjualannya digabung dengan varian bensin dan hibrida, sehingga angka spesifik untuk model EV tidak disampaikan secara terpisah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.