KABARBURSA.COM – Peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu fokus utama Hino dalam memperkuat industri kendaraan niaga nasional.
Upaya ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing manufaktur otomotif Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, dengan jajaran manajemen Hino.
Dalam pertemuan tersebut, Hino mengungkapkan bahwa tingkat TKDN produknya saat ini berada di kisaran 44,35 persen hingga 57,26 persen untuk berbagai tipe kendaraan. Bahkan, untuk enam tipe kendaraan—Hino300 Series 115 SD, 136 HD, 136 HDX, 136 MDL, 115SDB, dan 115 SDBL—angka TKDN telah mencapai 71,85 persen.
Peningkatan kandungan lokal ini diklaim telah mencerminkan penguatan industri komponen dalam negeri, sekaligus menunjukkan peran aktif Hino dalam mendukung ekosistem manufaktur nasional.
Langkah tersebut juga dinilai penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor serta mendorong efisiensi rantai pasok.
Sementara itu, Presiden Direktur HMSI, Shingo Sakai, mengatakan langkah strategis ini semakin memperkuat posisi Hino sebagai salah satu pemain utama kendaraan niaga di Indonesia.
Menurutnya, selain berfokus pada peningkatan produksi lokal, kami juga memastikan dukungan layanan purna jual yang menyeluruh guna menjaga performa kendaraan pelanggan.
“Melalui jaringan layanan yang tersebar luas, ketersediaan suku cadang, layanan perawatan berkala, hingga dukungan teknis profesional, kami berupaya memastikan operasional pelanggan tetap optimal dan produktif di berbagai sektor industri.” kata Shingo dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, 19 April 2026.
Selain itu, Hino terus memperkuat basis produksinya di Indonesia melalui investasi yang telah mencapai USD 112,5 juta dengan kapasitas produksi hingga 75.000 unit per tahun. Aktivitas manufaktur ini turut menyerap sekitar 1.547 tenaga kerja.
Hino juga melihat Indonesia memiliki potensi besar sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan niaga, seiring meningkatnya kapasitas produksi dan penguatan rantai pasok lokal.
Di sisi lain, pemerintah mendorong kolaborasi antara pelaku industri dan pemangku kepentingan guna mempercepat peningkatan TKDN serta optimalisasi kapasitas produksi nasional.(*)