KABARBURSA.COM - Pemerintah tengah menyiapkan subsidi mobil listrik sebanyak 100 ribu unit yang rencananya dimulai pada Juni 2026.
Meski detailnya belum diumumkan, subsidi mobil listrik tahun ini bakal menggunakan skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk mobil listrik yang menggunakan baterai Nickel Manganese Cobalt (NMC).
Sementara mobil listrik dengan baterai di luar NMC bakal mendapat insentif PPN DTP 40 persen. Pemerintah meyakini, insentif tersebut bakal mendongkrak pemanfaatan nikel sebagai komoditas tambang dari Indonesia terhadap industri otomotif.
Selain itu beberapa brand mobil listrik China seperti BYD, Chery, Wuling, hingga Geely umumnya cenderung mengusung baterai non-nikel semisal jenis Lithium.
Faris Adnan, Kepala Teknologi Sistem Transportasi dari Institute for Essential Services Reform (IESR), insentif terkait baterai mobil listrik dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
IESR juga mengungkapkan temuan tentang manfaat industri baterai bagi ekonomi nasional.
"Berdasarkan studi kami dari industri baterai, dari tambang sampai jadi baterai saja, Indonesia bisa mendapatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 0,05 persen per tahun selama 35 tahun," ujarnya dalam media briefing, Rabu, 6 Mei 2026.
Faris juga menyebutkan besaran nilai manfaat dari industri baterai yang bisa sampai ke masyarakat.
"Penghasilan rumah tangga kita bisa mendapat rata-rata Rp198 triliun yang dibagi selama 35 tahun. Selain itu industri baterai bisa menciptakan 135 ribu lapangan pekerjaan. Kalau ditarik lagi sampai integrasi EV (Electric Vehicle) sampai daur ulang baterainya, bisa lebih lagi," jelasnya.
Namun di sisi lain, baterai NMC yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi dan harga di atas LFP (Lithium Ferro Phosphate), umumnya dipergunakan mobil listrik kategori premium hingga kelas atas.
Beberapa brand yang mobil listriknya memakai baterai NMC antara lain BMW, Mercedes-Benz, Volvo, Mini hingga Hyundai.
Sehingga jika terealisasi, subsidi mobil listrik dengan PPN DTP 100 persen untuk baterai NMC ini, berpotensi hanya dinikmati konsumen kelas atas yang mampu meminang EV premium.(*)