KABARBURSA.COM - Toyota berhasil menjual lebih dari 80 ribu mobil listrik bZ3X sejak awal diluncurkan di China pada Maret 2025.
Electrek melaporkan, bZ3X kini menjadi produk new energy vehicle (NEV) terlaris dari merek usaha patungan GAC-Toyota di China dalam kurun waktu tujuh tahun berturut-turut.
GAC-Toyota kemudian mengumumkan, penjualan bZ3X mencapai 10.027 unit pada April 2026. Capaian ini sekaligus menjadi rekor penjualan bulanan tertinggi dari model tersebut.
Lebih lanjut, bZ3X kini menjadi sorotan karena pasar kendaraan listrik China saat ini dipenuhi persaingan ketat dari merek lokal seperti BYD, Geely, hingga Chery yang agresif menawarkan mobil listrik murah dengan teknologi tinggi.
Toyota sendiri memasarkan bZ3X sebagai SUV listrik murni dengan harga kompetitif. Unitnya dijual mulai 109.800 yuan atau sekitar Rp270 jutaan.
Dalam periode promosi tertentu, harga SUV listrik tersebut bahkan turun menjadi 99.800 yuan atau setara Rp250 jutaan.
Sebagai informasi, bZ3X memiliki ukuran yang bersaing dengan BYD Yuan Plus atau dikenal sebagai Atto 3 untuk versi globalnya.
Soal dimensi, Toyota bZ3X memiliki panjang 4.645 mm, lebar 1.885 mm, dan tinggi 1.625 mm. Mobil setrum bZ3X mengusung sejumlah teknologi modern.
Interiornya disertai head unit dengan layar mengambang berukuran 14,6 inci dengan dukungan chip Qualcomm Snapdragon 8155, panel instrumen digital ukuran 8,8 inci, lampu ambient light 32 warna, hingga panoramic sunroof.
Selain itu, daya tarik utama Toyota bZ3X juga terletak dari fitur bantuan mengemudi canggih berbasis sistem Momenta 5.0.
Dua varian tertinggi SUV ini sudah dilengkapi sensor LiDAR di atap untuk mendukung kemampuan advanced driver assistance system (ADAS).
Untuk sumber tenaga, Toyota menawarkan dua pilihan baterai, yakni kapasitas 50,04 kWh dan 67,92 kWh. Keduanya diklaim mampu menempuh jarak hingga 430 km dan 610 km berdasarkan standar CLTC.
Namun bZ3X sejauh ini masih dipasarkan untuk pasar domestik China dan belum direncanakan mengaspal ke pasar global.(*)