KABARBURSA.COM - Kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) pada kuartal I-2026 menunjukkan akselerasi yang cukup terlihat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat Rp760,25 miliar atau tumbuh 25,8 persen secara tahunan dari Rp604,32 miliar, sejalan dengan kenaikan pendapatan yang mencapai Rp12,94 triliun atau naik 26,2 persen.
Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi volume bisnis yang masih berjalan, terutama dari segmen distribusi dan perdagangan.
Dari sisi operasional, peningkatan kinerja juga tercermin pada laba usaha yang naik 20,4 persen menjadi Rp825,65 miliar. Laba sebelum pajak tercatat Rp876,76 miliar, tumbuh dengan laju yang sama, menunjukkan bahwa tekanan biaya masih dapat dikelola dalam struktur operasional.
Laba bruto naik menjadi Rp1,10 triliun, meski di saat yang sama beban pokok pendapatan meningkat ke Rp11,83 triliun, menandakan adanya tekanan dari sisi biaya yang mengikuti pertumbuhan pendapatan.
Struktur pendapatan AKRA masih didominasi oleh penjualan kepada pelanggan yang mencapai Rp12,87 triliun, sementara kontribusi dari pendapatan sewa berada di kisaran Rp66,58 miliar.
Komposisi ini menunjukkan bahwa aktivitas inti perusahaan tetap menjadi penggerak utama, dengan tambahan kontribusi dari lini pendapatan berulang yang relatif stabil.
Jika ditarik ke sepanjang 2025, pola pertumbuhan AKRA terlihat cukup konsisten dengan fluktuasi yang masih terjaga. Pendapatan kuartalan bergerak dari Rp10,26 triliun pada kuartal I menjadi Rp13,62 triliun pada kuartal IV.
Sementara laba bersih meningkat dari Rp604 miliar menjadi Rp977 miliar di periode yang sama. Pola ini mencerminkan tren kenaikan bertahap dengan puncak kinerja terjadi di akhir tahun.
Dari sisi rasio, profitabilitas menunjukkan perbaikan moderat. Return on equity berada di kisaran 6,77 persen pada kuartal IV-2025, sementara return on assets di level 2,25 persen. Rasio interest coverage meningkat signifikan menjadi 40 kali, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga tetap berada pada level yang kuat.
Di sisi valuasi, price to earnings ratio kuartalan berada di kisaran 30,75 kali, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan yang masih berlanjut.
Posisi neraca pada kuartal I-2026 menunjukkan perubahan yang relatif stabil. Total aset tercatat Rp37,06 triliun, naik tipis 1,4 persen dari akhir 2025, sementara ekuitas tumbuh 3,7 persen menjadi Rp16,19 triliun.
Liabilitas justru sedikit menurun ke Rp20,87 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang cenderung terjaga tanpa peningkatan tekanan utang.
Perubahan paling mencolok terlihat pada arus kas. AKRA mencatat kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,42 triliun, berbalik dari posisi negatif Rp123,55 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perbaikan ini mengindikasikan peningkatan kualitas arus kas operasional, yang kemudian mendorong posisi kas dan setara kas naik menjadi Rp7,28 triliun.
Secara keseluruhan, kombinasi pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba, serta perbaikan arus kas menunjukkan bahwa AKRA berada dalam fase ekspansi yang masih berjalan dengan struktur keuangan yang relatif stabil.
Meski terdapat tekanan dari sisi biaya, kinerja operasional masih mampu menjaga pertumbuhan laba secara konsisten, dengan dukungan likuiditas yang semakin kuat.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.