KABARBURSA.COM - Struktur pemegang saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) per akhir Januari 2026 menegaskan pola kepemilikan yang sangat terkonsentrasi pada kelompok pengendali keluarga Tanoko. Di saat yang sama, pergerakan sahamnya di pasar menunjukkan fase penguatan yang relatif terjaga.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia untuk periode Januari 2026, kendali AVIA berada di tangan dua entitas utama yang terafiliasi langsung dengan keluarga Tanoko.
PT Tancorp Surya Sentosa tercatat menggenggam sekitar 22,67 miliar saham atau setara 36,60 persen dari total saham beredar. Di bawahnya, PT Wahana Lancar Rejeki menguasai sekitar 20,13 miliar saham atau 32,49 persen.
Secara keseluruhan, kedua entitas tersebut membentuk blok pengendali dengan porsi kepemilikan mencapai sekitar 69,09 persen, menempatkan mayoritas saham AVIA tetap terkunci di tangan pengendali.
Struktur kepemilikan ini semakin diperkuat oleh keterlibatan langsung keluarga Tanoko dalam jajaran manajemen. Nama-nama seperti Hermanto Tanoko, Wijono Tanoko, Ruslan Tanoko, hingga Robert Christian Tanoko tercatat sebagai komisaris dan direksi.
Meski kepemilikan saham individu mereka relatif kecil, keberadaannya di struktur pengelolaan mempertegas karakter AVIA sebagai perusahaan keluarga yang dikendalikan dan dikelola secara berkelanjutan oleh pendiri dan generasi penerusnya.
Di luar blok pengendali, kepemilikan asing di AVIA relatif terbatas namun teridentifikasi dengan jelas. Investor asing utama tercatat melalui HSBC Fund Services (Asia) Limited A/C Archipelago Investment Pte Ltd yang berbasis di Singapura, dengan kepemilikan sekitar 3,90 miliar saham atau setara 6,30 persen dari total saham beredar.
Porsi ini menjadi representasi utama minat investor global terhadap AVIA. Adapun UBS AG Singapore yang juga tercantum sebagai pemegang saham besar diklasifikasikan sebagai domestik karena sahamnya tercatat atas nama PT Wahana Lancar Rejeki, bukan sebagai kepemilikan asing langsung.
AVIA Berada di Zona Hijau Perdagangan Bursa
Pergerakan saham AVIA pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. AVIA ditutup menguat di level 458, naik 8 poin atau 1,78 persen dari penutupan sebelumnya di 450. Sejak dibuka di level 450, harga bergerak naik bertahap dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 466 sebelum mengalami penyesuaian ringan menjelang penutupan.
Harga penutupan yang bertahan di atas level pembukaan menunjukkan bahwa kontrol perdagangan tetap berada di tangan pembeli. Secara struktur, pergerakan ini memperkuat fase pemulihan AVIA dari area bawahnya dalam beberapa bulan terakhir.
Dengan posisi harga yang masih berada di bawah level tertinggi 52 pekan di 530, ruang teknikal ke atas masih tersedia, selama harga mampu bertahan di atas area penopang jangka pendek di kisaran 450–455 yang sebelumnya menjadi area konsolidasi.
Dari sisi valuasi, AVIA diperdagangkan pada rasio price to earnings sekitar 16,39 kali, berada pada level yang relatif moderat untuk emiten konsumer dengan karakter defensif. Kapitalisasi pasar di kisaran Rp28,37 triliun menegaskan posisi AVIA sebagai pemain besar di sektor cat dan pelapis, dengan basis pendapatan domestik yang kuat.
Imbal hasil dividen sekitar 3,60 persen turut memberikan daya tarik tambahan, terutama bagi investor berorientasi pendapatan di tengah volatilitas pasar saham.
Secara keseluruhan, perdagangan AVIA saat ini menguat bertahap dengan struktur kepemilikan yang solid. Kendali keluarga Tanoko tetap dominan, sementara respons pasar menunjukkan fase pemulihan yang terukur, dengan pergerakan saham yang selektif dan terkendali.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.