KABARBURSA.COM - Optimisme terhadap prospek pasar modal syariah Indonesia kian menguat seiring capaian pertumbuhan investor dan kinerja saham syariah pada tahun 2025.
Kepala Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), Irwan Abdullah mengatakan berdasarkan catatan, pertumbuhan investor saham syariah sepanjang 2025 sekitar 47 ribu investor. Menurutnya, angka ini melampaui target tahun lalu.
"Jadi tahun lalu itu ditargetkan 13.500 investor syariah baru, tapi justru melampaui hingga 47 ribuan investor saham syariah," ujar dia di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Berkat capaian positif itu, Irwan optimistis dengan penambahan investor baru. Ia pun menargetkan penambahan investor saham syariah sebanyak 50 ribu di tahun 2026.
"Jadi 50 ribu goals untuk penambahan investor syariah, " kata dia.
Irwan mengatakan penambauan investor baru itu, kini membuat investor saham syariah di Indonesia mencapai sekitar 217 ribu hingga tahun 2025.
Tidak hanya dari sisi jumlah investor, kinerja saham syariah juga menunjukkan ketahanan yang kuat. Sepanjang tahun 2025, Irwan membeberkan market share saham syariah di atas 60 persen.
Menurut Irwan, pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan peningkatan nilai transaksi investor syariah. Sepanjang tahun lalu, nilai transaksi yang dilakukan investor telah mencapai triliunan rupiah.
"Transaksi investor syariah itu sekarang sudah mencapai triliunan pada tahun kemarin Jadi, by historical, growth-nya bagus banget," katanya.
Di sisi lain, tahun 2026 diklaim menjadi momentum bagi BEI untuk membawa pasar modal syariah Indonesia ke levlevel tingkat global. Sebab, hal ini juga menandai 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah nasional.
"Jadi, kita mau scale up lah (di tahun 2026) karena di lokal sudah mulai bagus, kini saatnya scale up. Momennya bagus karena Malaysia sudah mulai turun Pertumbuhannya," pungkasnya. (*)