KABARBURSA.COM – Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menarik perhatian setelah perlahan keluar dari fase konsolidasi panjangnya. Dalam catatan analis Kalvin Lie, saham emiten pelayaran ini disebut berpotensi melanjutkan penguatan apabila mampu menembus area 540, dengan target lanjutan mengarah ke 580 hingga 605.
Pergerakan teknikal harian BULL memang mulai menunjukkan perubahan struktur yang cukup menarik. Pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, saham BULL ditutup di level 535 atau naik sekitar 4,90 persen setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 545.
Kenaikan tersebut menjadi penting karena harga mulai bergerak mendekati area resistance krusial 540 yang dalam beberapa pekan terakhir berulang kali menjadi titik distribusi. Saat resistance itu mulai diuji kembali dengan kenaikan volume dan momentum harga, pasar mulai membaca adanya peluang breakout lanjutan.
Dari sisi struktur grafik, BULL terlihat berhasil mempertahankan tren naik jangka pendek terutama sejak memantul dari area bawah 300-an pada awal April. Setelah sempat membentuk higher low secara bertahap, harga kini bergerak di atas rata-rata pergerakan penting seperti EMA 50.
Pada chart harian, area 540 juga bertepatan dengan level Fibonacci 61,8 persen yang selama ini menjadi titik tarik-menarik antara buyer dan seller. Jika level ini mampu ditembus secara valid, maka ruang penguatan menuju resistance berikutnya di 580 menjadi semakin terbuka.
Target 580 sendiri merupakan area Fibonacci 78,6 persen sekaligus zona supply yang sempat menjadi titik pembalikan harga sebelumnya. Sementara area 605 menjadi resistance psikologis berikutnya yang berasal dari proyeksi ekstensi teknikal lanjutan.
Momentum penguatan BULL juga terlihat dari indikator teknikal yang mulai serempak mengarah ke zona positif. Ringkasan indikator menunjukkan status “Sangat Beli” dengan dominasi sinyal beli dibanding jual.
Indikator RSI berada di level 64,44 yang menandakan momentum naik masih cukup kuat meski mulai mendekati area jenuh beli. Sementara itu, indikator CCI melonjak hingga 346,76 yang memperlihatkan akselerasi kenaikan harga sedang berlangsung agresif.
Stochastic RSI bahkan sudah berada di level 100 yang menunjukkan tekanan beli sangat dominan dalam jangka pendek. Meski kondisi ini biasanya identik dengan area overbought, pasar justru sering membaca situasi tersebut sebagai tanda momentum masih panas selama belum muncul tekanan distribusi besar.
Dari sisi tren, moving average juga mulai memberikan konfirmasi positif. Seluruh rata-rata pergerakan mulai dari MA5, MA10, hingga MA20 menunjukkan sinyal beli baik pada rata-rata sederhana maupun eksponensial.
MA5 tercatat berada di area 512, sementara EMA5 berada di kisaran 515. Harga yang kini bergerak di atas seluruh rata-rata tersebut memperlihatkan buyer masih mengendalikan arah pergerakan jangka pendek.
Meski begitu, belum semua indikator sepenuhnya selaras. MACD masih menunjukkan sinyal jual tipis dengan nilai minus 1,992, menandakan momentum penguatan belum sepenuhnya stabil dan masih rawan profit taking jangka pendek.
Namun secara struktur besar, histogram MACD mulai mendatar dan menunjukkan tekanan jual mulai melemah dibanding fase koreksi sebelumnya. Kondisi ini biasanya menjadi fase transisi sebelum terbentuk momentum bullish baru apabila volume kembali masuk.
Volume transaksi sendiri mulai menunjukkan peningkatan dibanding beberapa pekan sebelumnya. Aktivitas perdagangan yang lebih ramai saat harga mendekati resistance menjadi salah satu sinyal yang diperhatikan trader karena menunjukkan minat akumulasi mulai meningkat.
Selain itu, indikator ADX berada di level 21,37 yang mengindikasikan tren mulai terbentuk. Angka ini memang belum terlalu tinggi, tetapi cukup menunjukkan bahwa arah pergerakan BULL mulai memiliki kekuatan tren yang lebih jelas dibanding periode sideways sebelumnya.
Level Penting yang Perlu Diperhatikan
Dari sisi psikologis pasar, area 540 kini menjadi level penting yang akan menentukan arah berikutnya. Jika breakout terjadi dengan volume kuat dan mampu bertahan di atas level tersebut, maka peluang menuju 580 hingga 605 seperti yang disebut Kalvin Lie menjadi lebih realistis secara teknikal.
Sebaliknya, apabila gagal bertahan dan kembali turun di bawah area 500, saham ini berpotensi kembali masuk fase konsolidasi. Area 494 hingga 500 kini menjadi support terdekat yang mulai dijaga buyer dalam beberapa sesi terakhir.
Secara keseluruhan, kombinasi penguatan harga, dominasi sinyal beli, posisi di atas moving average, serta mulai aktifnya volume membuat BULL sedang berada dalam fase yang cukup diperhatikan pelaku pasar.
Fokus utama kini tertuju pada kemampuan saham ini menembus dan mengunci area 540 sebagai pijakan menuju resistance berikutnya.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.