KABARBURSA.COM – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) membuka awal 2026 dengan pertumbuhan laba bersih. Dalam laporan keuangannya, Selasa, 5 Mei 2026, laba bersih tercatat Rp163,5 miliar, naik 15,5 persen secara tahunan (yoy) dibanding Rp141,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi topline, pendapatan ACES mencapai Rp2,35 triliun, tumbuh 10,1 persen yoy dari Rp2,13 triliun. Kenaikan ini didorong oleh perbaikan penjualan, namun secara kuartalan pertumbuhannya relatif terbatas. Pendapatan hanya naik 2,1 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Sejauh ini, margin masih menjadi penopang utama struktur kinerja. Gross margin tercatat 46,3 persen, sementara EBITDA margin berada di level 15,8 persen dan net margin 6,9 persen. Di sini, profitabilitas masih terjaga meskipun beban operasional tercatat naik.
Jika ditarik ke dinamika kuartalan, tekanan mulai terlihat. EBITDA turun 3,7 persen secara kuartalan, sementara laba bersih terkoreksi 12,8 persen dibanding kuartal sebelumnya. Peningkatan beban menahan akselerasi bottom line dalam jangka pendek.
Namun, secara absolut, EBITDA tercatat Rp371,9 miliar, naik 13,5 persen yoy dari Rp327,6 miliar. Pun dengan laba usaha yang berada di Rp217,8 miliar, ditambah dengan beban bunga relatif terkendali di Rp18,8 miliar, pada akhirnya menghasilkan rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 19,82 kali.
Dari sisi struktur neraca, ACES masih berada dalam posisi likuiditas yang cukup solid. Kas tercatat Rp1,62 triliun, dengan total aset Rp8,66 triliun dan ekuitas Rp6,76 triliun. Struktur utang juga relatif rendah, dengan debt to equity ratio sebesar 0,28 kali.
Analis: Pertumbuhan Masih Berlanjut
Di pasar, saham ACES berada di level Rp384 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp6,57 triliun. Dengan EPS kuartalan Rp9,55, valuasi tercermin pada PER sekitar 40,21 kali dan PBV di level 0,97 kali.
Konsensus analis masih menunjukkan ekspektasi pertumbuhan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Untuk tahun 2025, pendapatan diproyeksikan mencapai Rp8,64 triliun dengan laba bersih Rp669 miliar.
Memasuki 2026, konsensus memperkirakan pendapatan meningkat menjadi Rp9,50 triliun, dengan laba bersih Rp836 miliar dan EPS sebesar 48,89. Proyeksi ini berlanjut ke 2027, dengan estimasi pendapatan Rp10,36 triliun dan laba bersih Rp936 miliar.
Di sisi lain, pandangan analis terhadap saham ACES masih didominasi rekomendasi positif. Dari total 31 analis, sebanyak 25 memberikan rating buy, 6 hold, dan tidak ada yang memberikan rekomendasi sell.
Target harga rata-rata berada di level Rp555, dengan kisaran bawah Rp450 dan atas Rp750. Dibandingkan harga saat ini di Rp384, ruang pergerakan harga masih berada dalam rentang proyeksi tersebut.
Kombinasi antara kinerja yang masih tumbuh secara tahunan dan konsensus yang tetap positif menjadi latar utama pergerakan ACES di awal tahun ini, di tengah dinamika margin dan tekanan kuartalan yang mulai terlihat.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.