Logo
>

Analis Pasang Target Tinggi di Tengah Laba MIDI Melejit 39 Persen

Pendapatan naik moderat, namun efisiensi biaya dorong lonjakan laba dan arus kas, saat seluruh analis kompak beri rekomendasi beli.

Ditulis oleh Yunila Wati
Analis Pasang Target Tinggi di Tengah Laba MIDI Melejit 39 Persen
Dari 14 analis, seluruhnya memberikan rekomendasi beli pada saham MIDI, di saat labanya melejit hingga 39 persen. (Foto: dok Midi Utama Indonesia)

KABARBURSA.COM – Menarik membicarakan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) di kuartal pertama 2026. Kinerjanya melesat hingga 39 persen dan membuat para analis memasang target tinggi pada sahamnya.

Mengutip data Stockbit pada Rabu, 29 April 2026, konsensus analis menunjukkan tren pertumbuhan yang berlanjut. Pendapatan diperkirakan meningkatdari Rp20,64 triliun pada 2025 menjadi Rp22,62 triliun pada 2026, dan Rp24,33 triliun pada 2027. 

Pun di sisi profitabilitas. Laba bersih diproyeksikan naik dari Rp792 miliar pada 2025 menjadi Rp866 miliar pada 2026 dan Rp962 miliar pada 2027. Sementara itu, laba usaha diperkirakan meningkat dari Rp968 miliar menjadi Rp994 miliar pada 2026, lalu Rp1,12 triliun pada 2027.

Konsensus ini juga tercermin pada rekomendasi analis. Seluruh 14 analis yang memantau saham ini memberikan rekomendasi beli, tanpa ada rekomendasi tahan maupun jual.

Dari sisi valuasi, target harga rata-rata berada di Rp508, dengan kisaran bawah Rp440 dan atas Rp630. Sementara harga saat ini berada di Rp342 dan menciptakan selisih yang cukup lebar antara posisi pasar dan proyeksi analis.

Pendapatan Tembus Rp5,88 Triliun

Dari sisi kinerja, awal tahun 2026 menjadi fase yang berbeda bagi Midi.  Pendapatan MIDI tercatat Rp5,88 triliun pada kuartal I-2026, naik 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Namun di balik kenaikan tersebut, beban pokok pendapatan ikut tumbuh lebih tinggi sebesar 8,4 persen menjadi Rp4,42 triliun. Dengan begitu, laba bruto hanya naik tipis ke Rp1,46 triliun dari Rp1,45 triliun.

Perubahan mulai terlihat saat masuk ke level operasional. MIDI mencatatkan laba usaha sebesar Rp343,1 miliar, melonjak 40 persen secara tahunan. Hal ini didorong oleh penurunan beban penjualan dan distribusi sebesar 4,5 persen menjadi Rp1,07 triliun, serta efisiensi beban umum dan administrasi.

Efisiensi ini mengubah arah pertumbuhan laba secara signifikan. Laba sebelum pajak meningkat 44,2 persen menjadi Rp332,72 miliar, yang kemudian berujung pada laba bersih Rp265,57 miliar, naik 39,5 persen dibandingkan Rp190,38 miliar pada kuartal I-2025.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan MIDI pada awal tahun tidak hanya bergantung pada ekspansi penjualan, tetapi juga pada kemampuan menjaga struktur biaya. Dengan laba bruto yang relatif stagnan, lonjakan laba bersih menjadi indikator utama perubahan kualitas operasional.

Total Aset hingga Arus Kas

Dari sisi neraca, ekspansi masih berjalan seiring dengan peningkatan skala usaha. Total aset naik menjadi Rp9,67 triliun dari Rp9,13 triliun pada akhir 2025, sementara liabilitas meningkat menjadi Rp4,86 triliun dengan dominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp4,23 triliun.

Ekuitas juga tumbuh menjadi Rp4,81 triliun, menunjukkan penguatan struktur permodalan di tengah ekspansi. Namun yang paling menonjol justru terjadi pada posisi kas, yang melonjak 88,1 persen menjadi Rp1,08 triliun dari Rp576,2 miliar.

Kenaikan kas ini ditopang oleh arus kas operasi yang mencapai Rp781,69 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp693,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa peningkatan laba tidak hanya tercatat secara akuntansi, tetapi juga tercermin dalam arus kas nyata.

Dengan kombinasi pertumbuhan laba yang lebih cepat dari pendapatan, efisiensi biaya yang mulai terlihat, serta dukungan arus kas operasional, kinerja kuartal I-2026 menjadi titik awal yang memperlihatkan perubahan struktur pertumbuhan MIDI di sepanjang tahun ini.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79