Logo
>

Ex Date Dividen ADMR Semakin Dekat, Yield 2,5 Persen

Yield di kisaran 2,5 persen bertemu proyeksi pertumbuhan dan target analis yang lebih tinggi, namun pergerakan harga masih dalam fase konsolidasi.

Ditulis oleh Yunila Wati
Ex Date Dividen ADMR Semakin Dekat, Yield 2,5 Persen
Dividen ADMR segera memasuki masa ex date. Jika dilihat dari pergerakan harga, saham ditutup di zona hijau pada sesi terakhir perdagangan pekan ini. (Foto: dok Alamtri Minerals Indonesia)

KABARBURSA.COM – Rencana pembayaran dividen PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) semakin dekat. Dua hari lagi memasuki fase ex-date, yaitu batas waktu penting untuk menentukan siapa yang berhak menerima dividen.

ADMR telah menetapkan pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp50,32 per saham, dengan jadwal ex-date pada 28 April 2026 dan pembayaran pada 6 Mei 2026. Angka ini tidak jauh berbeda dari estimasi berbasis konversi kurs dolar AS di kisaran Rp50 per saham, dengan asumsi kurs Rp17.100 per dolar AS dan total dividen sekitar Rp2,05 triliun. 

Dengan harga saham yang berada di kisaran Rp1.880–1.935, dividend yield berada di rentang 2,5 hingga 2,6 persen.

Jika dilihat dari payout ratio yang mencapai 46,03 persen, distribusi dividen ini mencerminkan alokasi laba yang hampir setengahnya dikembalikan kepada pemegang saham. 

Teknikal dan Konsensus Analis

Namun pergerakan harga tidak hanya ditentukan oleh dividen. Secara teknikal, posisi ADMR saat ini berada dalam fase wave [b] dari wave B, yang umumnya merupakan bagian dari pola konsolidasi sebelum arah berikutnya terbentuk. 

Rentang 1.775 hingga 1.865 menjadi area yang kini diperhatikan sebagai zona masuk, dengan target pergerakan berada di kisaran 1.970 hingga 2.090. Batas pengamanan berada di bawah 1.740.

Menariknya, jika melihat konsensus analis, terdapat ruang yang masih terbuka dari sisi valuasi. Rata-rata target harga berada di level Rp2.409, dengan batas bawah Rp2.200 dan batas atas Rp2.700. 

Dibandingkan harga saat ini di Rp1.880, terdapat selisih yang menunjukkan adanya jarak antara posisi pasar dan estimasi nilai wajar menurut analis.

Di sisi fundamental, proyeksi kinerja juga menunjukkan tren peningkatan. Pendapatan diperkirakan naik dari Rp16,03 triliun pada 2025 menjadi Rp31,78 triliun pada 2026, dan kembali meningkat ke Rp43,33 triliun pada 2027. 

Laba bersih diproyeksikan tumbuh dari Rp4,47 triliun menjadi Rp7,43 triliun, lalu Rp10,03 triliun dalam periode yang sama. Sementara itu, EPS diperkirakan meningkat dari 109,31 menjadi 189,02 dan 243,03.

Data tersebut memperlihatkan adanya pertumbuhan kinerja yang diproyeksikan berlanjut dalam dua tahun ke depan. Dengan demikian, dividen yang dibagikan saat ini menjadi bagian dari distribusi hasil kinerja yang berjalan, sementara proyeksi ke depan tetap menunjukkan ekspansi.

Dalam konteks pasar, kombinasi antara dividen, proyeksi kinerja, dan posisi teknikal menciptakan dinamika yang berlapis. Di satu sisi, dividen memberikan daya tarik jangka pendek menjelang ex-date

Di sisi lain, pergerakan harga masih berada dalam fase konsolidasi yang membuat arah jangka pendek belum sepenuhnya terbentuk.

Dengan struktur tersebut, pendekatan yang digunakan tetap berada pada skema buy on weakness, dengan fokus pada area bawah sebagai titik masuk. Pergerakan berikutnya akan ditentukan oleh respons harga di area support, serta bagaimana pasar merespons momentum dividen yang akan berlangsung dalam waktu dekat.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79