Logo
>

Tekanan Jual Masih Tinggi, Sepekan DAAZ Dijual Asing Rp3,50 Miliar

Harga menguat di akhir pekan, namun arus dana asing masih keluar dan indikator teknikal menunjukkan tekanan belum sepenuhnya reda.

Ditulis oleh Yunila Wati
Tekanan Jual Masih Tinggi, Sepekan DAAZ Dijual Asing Rp3,50 Miliar
Sepekan terakhir, DAAZ dalam tekanan jual yang cukup tinggi. Asing bahkan mencatatkan aksi jual mencapai Rp3,50 miliar. (Foto: Daaz Bara Lestari)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM - Saham PT Daaz Bara Lestari (DAAZ) memang berakhir dalam kenaikan yang sangat signifikan, melonjak 130 poin atau lebih dari 5 persen. Namun tekanan jual sangat tinggi, dengan total net foreign sell sepekan mencapai Rp3,50 miliar.

Jika melihat pergerakannya dalam sepekan, harga sempat berada di level 2.450 pada 20 April, dan kemudian bergerak naik ke 2.480, sebelum akhirnya turun tajam ke 2.240 pada 23 April, dan kembali ditutup menguat ke 2.370 pada 24 April. 

Dalam rentang ini, fluktuasi yang terbentuk menunjukkan adanya tarik-menarik yang cukup kuat antara tekanan jual dan upaya pembelian.

Apabila ditarik ke dalam data transaksi, tekanan asing masih menjadi faktor dominan. Sepanjang 5 hari perdagangan, arus dana asing mencatat net sell secara konsisten, dengan akumulasi mencapai sekitar Rp3,48 miliar. 

Bahkan pada 23 April, saat harga terkoreksi dalam, net sell mencapai Rp3,02 miliar, menjadi tekanan terbesar dalam periode tersebut. Pada 24 April, meskipun harga menguat 5,80 persen, asing masih mencatat net sell Rp234,5 juta.

Artinya, kenaikan harga terakhir belum sepenuhnya ditopang oleh aliran dana asing. Aktivitas pembelian memang terlihat dari sisi volume, namun belum diikuti perubahan arah arus dana secara menyeluruh. 

Ini menempatkan pergerakan DAAZ dalam kondisi di mana harga bergerak naik, tetapi belum didukung oleh konfirmasi arus dana yang kuat.

Analisis Teknikal DAAZ

Dari sisi teknikal, gambaran yang muncul justru lebih tegas. Mayoritas indikator berada dalam posisi sangat jual. RSI berada di kisaran 40, mencerminkan tekanan yang belum sepenuhnya mereda. Indikator stochastic dan Williams %R sudah masuk area jenuh jual, sementara MACD masih berada di area negatif. 

Di sisi lain, hampir seluruh moving average—baik MA5, MA10, MA20 hingga MA100—masih menunjukkan sinyal jual, menandakan tren jangka pendek hingga menengah masih berada dalam tekanan.

Posisi harga yang belum mampu menembus MA20 menjadi titik penting. Selama berada di bawah area tersebut, pergerakan masih dikategorikan sebagai bagian dari fase koreksi atau counter trend rebound

Struktur gelombang yang menempatkan DAAZ di wave [v] dari wave C juga memperlihatkan bahwa fase pergerakan saat ini berada di ujung dari satu rangkaian tren.

Namun menariknya, di tengah tekanan teknikal tersebut, indikator volatilitas seperti ATR menunjukkan pergerakan yang tinggi. Ini berarti ruang pergerakan harga masih terbuka lebar, baik ke atas maupun ke bawah, dalam jangka pendek.

Area 1.930 hingga 2.220 kini menjadi zona yang paling krusial. Rentang ini menjadi titik keseimbangan baru, di mana harga berpotensi kembali menguji kekuatan demand. Selama harga mampu bertahan di atas area ini, peluang untuk kembali mengarah ke 2.670 hingga 2.910 masih terbuka. 

Sebaliknya, jika tekanan berlanjut dan menembus 1.805, maka struktur pergerakan akan berubah dan membuka ruang penurunan lanjutan.

Aksi DAAZ di Awal Tahun

Pada 30 Januari 2026, DAAZ melalui anak usahanya, Daaz Nexus Energy Limited, tercatat sebagai bagian dari konsorsium dalam penandatanganan Framework Agreement bersama PT Aneka Tambang Tbk, PT Industri Baterai Indonesia, dan HYD Investment Limited. 

Entitas terakhir merupakan konsorsium yang melibatkan Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd. dan EVE Energy Co. Ltd., dua pemain global dalam rantai pasok baterai.

Kesepakatan ini berkaitan dengan rencana pengembangan hilirisasi nikel yang menjadi bagian dari ekosistem baterai kendaraan listrik. Struktur kerja sama tersebut memperlihatkan keterlibatan DAAZ dalam rantai industri yang mencakup hulu hingga hilir, mulai dari bahan baku hingga pengolahan lanjutan yang terkait dengan industri energi baru.

Jika dilihat secara keseluruhan, DAAZ saat ini berada dalam fase yang belum sepenuhnya stabil. Harga mulai menunjukkan respons naik, namun belum didukung oleh arus dana yang kuat dan masih berada di bawah tekanan tren teknikal. Kondisi ini membuat pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di area support terdekat.

Pendekatan yang digunakan tetap berada pada skema buy on weakness, dengan fokus pada area bawah sebagai titik masuk, bukan mengejar harga saat menguat. Pergerakan jangka pendek masih akan diwarnai oleh volatilitas tinggi, sementara arah selanjutnya akan ditentukan oleh apakah harga mampu keluar dari tekanan MA20 atau kembali tertahan di bawahnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79