KABARBURSA.COM – PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) sedang diguyur dana besar. Aksi asing maupun internal membuat BULL sepekan ini mendapat dana besar Rp135,8 miliar. Sayangnya, hal tersebut tidak diikuti oleh kenaikan harga. BULL justru terpendam, terkoreksi 4,50 persen pada perdagangan Jumat, 24 April 2026.
Jika melihat dari perdagangan sepekan terakhir, periode 20–24 April 2026, harga BULL memang sempat menguat dari 490 ke 580, sebelum akhirnya kembali turun ke level 530 pada penutupan akhir pekan kemarin. Fluktuasi ini terjadi dalam rentang yang cukup lebar, dengan tekanan jual kembali mendominasi di akhir pekan.
Jika ditarik lebih dalam ke data transaksi, ada pola yang tidak sepenuhnya sama. Pada 24 April, saat harga turun 4,50 persen ke 530, asing justru masuk sebesar Rp73,23 miliar, dengan nilai beli mencapai Rp121,90 miliar berbanding jual Rp48,67 miliar.
Fenomena serupa juga muncul pada 21 April, ketika harga naik ke 535, Kenaikan ini diikuti dengan net foreign buy sebesar Rp61,64 miliar.
Namun pada dua hari sebelumnya, 22 dan 23 April, asing justru mencatat net sell masing-masing Rp17,06 miliar dan Rp1,88 miliar. Artinya, dalam satu pekan, pergerakan BULL diwarnai oleh pergantian fase antara distribusi dan akumulasi, dengan dua hari terakhir menunjukkan pergeseran kembali ke sisi akumulasi.
Aksi Besar Wong Kevin
Di tengah dinamika tersebut, muncul satu aksi korporasi yang tidak bisa diabaikan. Direktur BULL Wong Kevin, tercatat menambah kepemilikan sebanyak 2 juta saham pada 17 April 2026 di harga Rp495 per saham, dengan total nilai Rp990 juta.
Setelah transaksi ini, kepemilikannya meningkat dari 2,12 persen menjadi 2,14 persen.
Aksi pembelian oleh manajemen di harga tertentu sering kali menjadi referensi penting bagi pelaku pasar. Dalam konteks ini, harga Rp495 menjadi salah satu titik akumulasi internal.
Jika dibandingkan dengan harga penutupan terakhir di 530, posisi tersebut masih berada di atas harga akumulasi direktur, namun tidak terlalu jauh, sehingga rentang pergerakan masih berada dalam zona yang berdekatan.
Teknikal dan Rekomendasi
Secara teknikal, posisi BULL saat ini masih berada dalam fase koreksi. Struktur gelombang menempatkan saham ini pada bagian wave 4 dari wave (C), yang umumnya merupakan fase konsolidasi sebelum arah berikutnya terbentuk.
Hal ini tercermin dari pergerakan harga yang berfluktuasi tanpa membentuk tren naik yang konsisten dalam beberapa hari terakhir.
Rentang 482 hingga 530 menjadi area yang kini berfungsi sebagai zona uji. Level ini menjadi titik pertemuan antara tekanan jual yang masih berlangsung dan potensi masuknya kembali permintaan. Selama harga masih bergerak dalam rentang ini, pola pergerakan cenderung bersifat konsolidatif.
Di sisi atas, target pergerakan berada pada 595 hingga 630. Area ini menjadi referensi jika terjadi dorongan lanjutan yang mampu membawa harga keluar dari fase konsolidasi. Sementara itu, batas pengamanan berada di bawah 468, yang menjadi level penting dalam menjaga struktur pergerakan tetap stabil.
Menariknya, jika menggabungkan seluruh data—pergerakan harga, arus dana, dan aksi internal—terlihat adanya satu pola yang mulai terbentuk. Tekanan jual masih dominan dalam jangka pendek, tetapi tidak sepenuhnya diikuti oleh keluarnya dana secara agresif. Justru pada saat harga turun, aliran dana masuk kembali muncul.
Kondisi ini menempatkan BULL dalam fase transisi. Pergerakan harga belum menunjukkan arah yang solid, namun aktivitas transaksi mulai memperlihatkan adanya keseimbangan baru yang sedang terbentuk. Dalam situasi seperti ini, respons harga terhadap area support menjadi kunci untuk membaca arah berikutnya.
Dengan struktur yang ada, pendekatan yang digunakan tetap berada pada skema buy on weakness, dengan fokus pada area 482 hingga 530 sebagai zona pengamatan. Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh apakah tekanan jual mampu ditekan di area tersebut, atau justru berlanjut ke bawah.(*)
Subtitle:
SEO Description (≤160 karakter):
SEO Keywords:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.