Logo
>

Pembiayaan Hijau BCA Syariah Ngebut di Tengah Tren Keberlanjutan

Pembiayaan hijau BCA Syariah tumbuh dua digit dan jadi pendorong strategi keberlanjutan di tengah tren ESG sektor keuangan.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Pembiayaan Hijau BCA Syariah Ngebut di Tengah Tren Keberlanjutan
Pembiayaan hijau BCA Syariah tumbuh signifikan dan jadi strategi utama di tengah tren ESG serta keberlanjutan sektor keuangan. Foto: Dok. Humas BCA Syariah

KABARBURSA.COM — Di tengah dorongan inklusi keuangan melalui pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah, BCA Syariah justru mulai memperlihatkan arah baru. Pertumbuhan pembiayaan berwawasan lingkungan melaju lebih cepat dibanding sektor UMKM sehingga memberi sinyal pergeseran strategi bisnis ke sektor hijau.

Data Sustainability Report 2024 BCA Syariah menunjukkan total pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp2,83 triliun atau setara 26,4 persen dari total pembiayaan. Angka ini tumbuh 4,3 persen secara tahunan. Capaian ini mencerminkan peningkatan porsi pembiayaan yang masuk dalam kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan.

Namun, laju pertumbuhan di dalamnya tidak merata. Pembiayaan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung bank syariah hanya tumbuh tipis 0,3 persen secara tahunan menjadi Rp1,82 triliun. Sebaliknya, pembiayaan untuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan justru melesat 12,4 persen menjadi Rp1 triliun.

Kesenjangan pertumbuhan ini memberi gambaran bahwa dorongan ke sektor hijau tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan mulai menjadi fokus baru dalam portofolio pembiayaan. Dalam lanskap keuangan yang semakin dipengaruhi isu keberlanjutan, langkah ini bisa dibaca sebagai upaya mengamankan posisi di tengah perubahan preferensi pasar.

Distribusi pembiayaan berkelanjutan BCA Syariah juga menunjukkan arah yang semakin beragam. Dana tidak hanya mengalir ke sektor efisiensi energi, tetapi juga ke pengelolaan sumber daya alam, transportasi ramah lingkungan, pengolahan air dan limbah, hingga produk-produk eco-efficient. Di saat yang sama, sektor UMKM tetap menyerap porsi terbesar, mencapai 64,5 persen dari total pembiayaan berkelanjutan, meski pertumbuhannya mulai melambat.

Di sisi investasi, tren serupa juga terlihat. Investasi berkelanjutan tercatat mencapai Rp436,8 miliar atau tumbuh 21,8 persen secara tahunan. Angka ini mempertegas bahwa pendekatan keberlanjutan mulai masuk ke dalam strategi investasi, bukan sekadar aktivitas tambahan.

Langkah ini berjalan beriringan dengan peningkatan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sepanjang 2024, BCA Syariah mengalokasikan Rp930 juta untuk kegiatan sosial dan lingkungan, dengan Rp123,1 juta di antaranya khusus untuk program lingkungan. Meski nilainya relatif kecil dibanding portofolio pembiayaan, arah kebijakan ini menunjukkan upaya membangun ekosistem keberlanjutan dari sisi operasional.

Dalam aspek lingkungan, bank ini juga mulai mengukur jejak operasionalnya. Konsumsi listrik tercatat mencapai 1,61 juta kWh, sementara penggunaan air sebesar 4.192 meter kubik. Total emisi operasional mencapai 1.391,2 ton CO2 ekuivalen, yang didominasi oleh emisi tidak langsung dari penggunaan energi.

Perubahan arah ini menempatkan BCA Syariah dalam fase transisi. Di satu sisi, bank masih mengandalkan pembiayaan UMKM sebagai basis utama. Namun di sisi lain, pertumbuhan yang lebih agresif pada pembiayaan hijau menunjukkan adanya upaya untuk menangkap peluang baru di sektor keberlanjutan.

Di tengah meningkatnya tekanan global terhadap isu energi dan lingkungan, langkah ini bisa menjadi strategi adaptif. Namun, pertanyaan yang muncul kemudian adalah sejauh mana pergeseran ini akan memengaruhi peran bank syariah dalam mendorong inklusi keuangan, terutama bagi pelaku UMKM yang selama ini menjadi fokus utama.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).