KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar rangkaian kegiatan Elevate 2026: Indonesia Islamic Capital Market – 15 Years Rising Heading Worldwide pada 20–23 Mei 2026.
Acara yang berlangsung secara hybrid di Main Hall BEI dan platform digital ini digelar untuk menandai 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah Indonesia. Momentum tersebut merujuk pada sejumlah tonggak penting, mulai dari peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terbitnya Fatwa Nomor 80 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), hingga implementasi Sistem Online Trading Syariah (SOTS).
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia di industri pasar modal syariah global.
“Elevate 2026 menjadi momentum untuk memperkuat branding pasar modal syariah Indonesia di tingkat global,” ujar Kautsar dalam keterangan resminya, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar modal syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Berdasarkan data BEI per 13 Mei 2026, jumlah saham syariah meningkat 184 persen dari 237 saham pada 2011 menjadi 673 saham. Jumlah tersebut setara sekitar 70 persen dari total saham yang tercatat di BEI.
Dari sisi kapitalisasi pasar, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tumbuh 255 persen sejak 2011 hingga mencapai USD399 miliar.
Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah investor syariah. Berdasarkan data Anggota Bursa penyedia SOTS, jumlah investor syariah melonjak dari 531 investor pada 2012 menjadi 226.457 investor per April 2026, atau meningkat lebih dari 425 kali lipat.
Capaian tersebut turut mengangkat reputasi Indonesia di tingkat internasional. Pada 2025, BEI kembali meraih Global Islamic Finance Awards (GIFA) Championship Award for Islamic Capital Market 2025. Penghargaan itu merupakan yang kedelapan diterima BEI sejak 2016.
Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Iding Pardi menilai potensi pasar modal syariah Indonesia masih sangat besar, terutama karena didukung jumlah penduduk Muslim yang dominan dan ketersediaan dana institusional yang membutuhkan instrumen sesuai prinsip syariah.
“Potensi pasar modal syariah kita sangat besar. Tinggal bagaimana menambah produk dan meningkatkan awareness masyarakat,” kata Iding di Gedung BEI, Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut Iding, lembaga seperti Badan Pengelola Keuangan Haji memiliki kebutuhan untuk menempatkan dana pada instrumen syariah. Karena itu, pengembangan produk investasi syariah dinilai penting agar kebutuhan investor institusi maupun ritel dapat terpenuhi.
Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat juga perlu terus diperkuat agar pemahaman terhadap investasi syariah semakin luas.
Elevate 2026 merupakan pengembangan dari Sharia Investment Week (SIW) yang rutin digelar BEI sejak 2019. Tahun ini, kegiatan tersebut diperluas dengan menghadirkan Islamic Finance News (IFN) Indonesia Forum yang diselenggarakan bekerja sama dengan RedMoney Events.
Sepanjang acara, terdapat 3 forum internasional, 7 seminar dan talk show tematik, serta 1 sesi inspirational talk dengan lebih dari 40 narasumber dari regulator, pelaku industri, dan tokoh publik.(*)