KABARBURSA.COM – Saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) bergerak signifikan di tengah persetujuan divestasi aset dan kenaikan kinerja keuangan hingga kuartal III 2025. Pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, hingga pukul 12.00 WIB, terjadi akselerasi harga yang disertai peningkatan aktivitas transaksi dan dominasi pembelian oleh sejumlah broker.
Pada sesi pertama perdagangan hari ini. ZATA berada di level 137, melesat 13,22 persen atau 16 poin dibandingkan harga sebelumnya, yaitu 121. Harga dibuka di 122 dan sempat menyentuh level tertinggi di 140 dan terendah di 122.
Dari perdagangan tersebut, ZATA mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp300,1 juta, dengan volume 22,54 sahan dan frekuensi 4,689 kali. Adapun harga rata-rata berada di level 133.
Kencangnya pergerakan ZATA dapat dilihat dari data orderbook. Ada antrean tebal di sisi bid, yang tercatat sebanyak 1.410.931 lot dengan frekuensi mencapai 4.689 kali. Sementara, antrean jual (offer) tak kalah tebal, yaitu mencapai 1.730.820 lot dengan frekuensi sebesar 4,747 kali.
Dari distribusi antrean ini, konsentrasi permintaan terbesar berada pada rentang harga 132–136, dengan akumulasi lot signifikan pada masing-masing level harga. Di level 132 tercatat adanya permintaaan beli sebesar 128.982 lot. Begitu pula di level 133, ada 84.354 lot permintaan beli. Dan di level 136, tekanan beli sebesar 90.465 lot.
Sementara di sisi offer, tekanan jual relatif menyebar pada rentang 139–145 dengan volume besar di 140 sebesar 376.731 lot dan di 142 sebesar 226.044 lot. Struktur ini menunjukkan aktivitas transaksi yang tinggi di beberapa level harga berdekatan.
Broker Besar Bermain
Jika melihat dari data broker summary ZATA pada 19 Februari 2026, dominasi pembelian tampak dilakukan oleh sejumlah broker besar.
OCBC Sekuritas (TP), misalnya, mencatat pembelian sebesar Rp367,4 juta dengan 30.000 lot pada harga rata-rata 121. Maybank Sekuritas (ZP) membeli sebanyak Rp332,9 juta dengan 27.600 lot di harga rata-rata 121. KB Valnury (CP) juga mencatat pembelian Rp331 juta dengan 26.900 lot.
Di sisi penjualan, UBS Sekuritas (AK) mencatat transaksi Rp433 juta dengan 34.000 lot pada harga rata-rata 122. Mandiri Sekuritas (CC) menjual Rp403,4 juta dengan 30.000 lot, dan Stockbit Sekuritas (XL) menjual Rp257,1 juta dengan 23.700 lot pada harga rata-rata 121.
Data ini menunjukkan distribusi transaksi yang relatif seimbang antara sisi beli dan jual, dengan nominal transaksi masing-masing broker berada pada kisaran ratusan juta rupiah.
Pergerakan harga yang menguat 13,22 persen terjadi di tengah volume transaksi yang meningkat serta keterlibatan broker-broker dengan nilai transaksi terbesar pada hari tersebut. Akumulasi lot pada rentang harga bawah hingga menengah dan peningkatan frekuensi transaksi menunjukkan aktivitas perdagangan yang intens.
Apa yang Dilihat Pasar?
Secara struktur pasar, ada beberapa faktor berbasis data yang dapat menjelaskan mengapa terjadi akumulasi transaksi pada saham dengan kinerja fundamental yang tertekan:
Pertama, pergerakan harga jangka pendek. ZATA berada dalam fase momentum dengan kenaikan dua digit dalam satu sesi. Saham dengan volatilitas tinggi cenderung menarik transaksi berbasis pergerakan harga (price action) dan likuiditas intraday. Lonjakan frekuensi 4.689 kali menunjukkan intensitas transaksi yang meningkat.
Kedua, struktur orderbook menunjukkan konsentrasi bid cukup tebal di rentang 132–136, sementara offer besar menumpuk di atas 140. Pola ini menggambarkan aktivitas perdagangan aktif di area konsolidasi sempit, yang biasanya menjadi area transaksi jangka pendek.
Ketiga, aksi korporasi. RUPSLB telah menyetujui divestasi aset. Dalam konteks pasar, keputusan korporasi sering menjadi pemicu aktivitas perdagangan karena menciptakan ekspektasi terhadap perubahan struktur keuangan, meskipun laporan keuangan historis menunjukkan tekanan laba.
Keempat, kapitalisasi dan karakter saham. Saham dengan kapitalisasi kecil hingga menengah sering menunjukkan elastisitas harga yang tinggi terhadap arus dana relatif kecil. Nilai transaksi Rp300 juta tergolong tidak besar dalam skala pasar, namun cukup untuk mendorong perubahan harga signifikan pada saham dengan free float terbatas.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.