Logo
>

Tawarkan Saham Syariah, MSI Bidik Dana Rp2 Miliar

MSI melepas 10,20 persen saham lewat Urun-RI dengan harga Rp32.000 per lembar, menargetkan dana Rp2 miliar untuk ekspansi otomasi, robotik, dan pengembangan platform AI B2B.

Ditulis oleh Yunila Wati
Tawarkan Saham Syariah, MSI Bidik Dana Rp2 Miliar
Ilustrasi pekerja PT Makitech Sistem Indonesia. (Foto: Istimewa)

KABARBURSA.COM – Transformasi industri berbasis otomatisasi dan robotik kian membuka peluang investasi baru bagi publik. PT Makitech Sistem Indonesia (MSI) secara resmi menawarkan saham syariah perdana melalui platform equity crowdfunding Urun-RI, dengan target pendanaan Rp2 miliar. Tujuan penawaran adalah memperkuat ekspansi bisnis otomasi industri dan robotik di Indonesia.

Penawaran saham ini berkode MAKI-SCF01. Rencananya, MSI akan melepas 10,20 persen saham kepada publik. Saham ditawarkan pada harga Rp32,000 per lembar, yang mencerminkan valuasi Perusahaan sebesar Rp20 miliar.

Saat ini, permintaan solusi otomasi industri di Indonesia mengalami akselerasi yang signifikan, terutama pada sektor gudang pintar (smart warehouse), logistik, dan manufaktur berorientasi efisiensi biaya.

Dalam hal ini, MSI berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut berkat kapabilitas teknis, basis klien B2B yang kuat, serta model bisnis berulang (repeat order). Adapun dana hasil penawaran akan difokuskan pada empat pilar utama pertumbuhan bisnis, yaitu:

  • Ekspansi proyek robotik B2B, yaitu penguatan inventori serta pemenuhan Purchase Order (PO) proyek robotika industri dan klien B2B yang sedang berjalan.
  • Lokalisasi produksi BALAMAN. Di sini, fokus utamanya adalah penguatan kapasitas tim dan lokalisasi desain industrial balancer merek BALAMAN yang saat ini menguasai sekitar 70 persen pasar Jepang, untuk diproduksi dan dipasarkan di Indonesia.
  • Komersialisasi platform AI B2B (mnet.id). Pengembangan ekosistem e-commerce industri berbasis kecerdasan buatan (AI) guna mendigitalisasi rantai pasok manufaktur dan logistik.
  • Penguatan modal kerja dan skalabilitas operasi. Diperlukan untuk menjaga arus kas agar Perusahaan mampu merespons lonjakan permintaan otomasi gudang dan system sonveyor di sektor e-commerce dan logistik.

Managing Director sekaligus Founder & Owner PT Makitech Sistem Indonesia Achmad Chamdani Eka Prijono, menjelaskan pendanaan menjadi katalis untuk fase scale-up MSI. Di sini, Perusahaan tidak hanya menjual produk, tetapi ikut membangun ekosistem otomasi industri nasional yang kompetitif secara global.

“Dengan rekam jejak penyelesaian empat kali penerbitan sukuk yang berjalan baik, kami optimistis penawaran saham syariah ini akan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi investor,” kata Achmad, dalam keterangan resminya.

Fundamental Kuat dan Kepatuhan Syariah

MSI memproyeksikan pertumbuhan yang signifikan dalam 5 tahun ke depan. Perusahaan menargetkan peningkatan pendapatan dari Rp39,5 miliar di tahun pertama menjadi Rp210 miliar di tahun kelima. Sementara, laba bersih diproyeksikan bertumbuh dari Rp3,9 miliar menjadi Rp30 miliar.

Untuk investor, MSI menawarkan skema imbal hasil yang kompetitif dengan Dividen Payout Ratio (DPR) sebesar 30 persen. Sedangkan estimasi yield rata-rata sekitar 21 persen per tahun secara progresif dalam periode 5 tahun.

Tentang Platform Urun-RI

Urun-RI adalah platform equity crowdfunding (sekarang secara regulasi disebut Securities Crowdfunding/SCF) di Indonesia yang mempertemukan pelaku usaha yang membutuhkan pendanaan dengan investor ritel melalui sistem online.

Secara sederhana, Urun-RI memungkinkan masyarakat membeli saham atau efek bersifat ekuitas dari perusahaan non-terbuka (belum IPO di BEI) dengan nominal relatif kecil.

Cara kerjanya sebagai berikut:

  1. Perusahaan (penerbit) mendaftar untuk menghimpun dana.
  2. Platform melakukan proses kurasi dan uji kelayakan.
  3. Penawaran efek dipublikasikan di situs Urun-RI.
  4. Investor dapat membeli saham atau efek lainnya secara digital.
  5. Jika target dana tercapai, dana disalurkan ke perusahaan.

Adapun instrumen yang ditawarkan berupa saham, obligasi (surat utang), dan sukuk.

Urun-RI berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan mengacu pada regulasi Securities Crowdfunding (terakhir diatur dalam POJK tentang Layanan Urun Dana melalui Penawaran Efek Berbasis Teknologi Informasi).

Urun-RI berbeda dengan IPO, di mana pada IPO perusahaan menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), sedangkan pada SCF (Urun-RI), perusahaan belum tercatat di bursa, tetapi tetap bisa menghimpun dana public dalam skala lebih kecil.

Platform ini bukan tanpa risiko. Karena mayoritas penerbit adalah UMKM atau perusahaan tahap awal, risiko gagal usaha relatif lebih tinggi dibanding saham perusahaan publik.

“Investasi saham syariah di sektor riil adalah mesin penggerak ekonomi yang sesungguhnya. Dana yang hanya parkir di instrumen pasif tidak mengalir ke sektor produktif dan dalam jangka panjang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan risiko inflasi,” urai CEO Urun-RI Budiman Indrajaya.

Melalui penawaran MAKI-SCF01, lanjut Budiman, pihaknya mengajak masyarakat bertransformasi dari sekadar penyimpanan nilai menjadi penggerak industri. 

Investasi pada sektor teknologi tinggi seperti otomasi dan robotik tidak hanya menjaga nilai aset, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas nasional, serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdampak nyata.

Tentang PT Makitech Sistem Indonesia

Didirikan pada Juli 2020, PT Makitech Sistem Indonesia merupakan perusahaan manufaktur otomasi industri berstandar Jepang yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi. 

MSI menyediakan solusi conveyor system, smart warehouse, integrasi sistem pabrik berbasis IoT, dan robotika, serta telah dipercaya oleh lebih dari 200 perusahaan nasional dan internasional.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79