KABARBURSA.COM - Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan bahwa optimisme masyarakat terhadap perekonomian nasional tetap kokoh sepanjang Mei 2026. Gambaran tersebut tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang bertengger di level 120,9, masih berada jauh di atas batas optimisme yang ditetapkan pada angka 100.
Ketahanan sentimen konsumen terutama ditopang oleh menguatnya harapan publik terhadap arah perekonomian dalam beberapa bulan mendatang. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat mengalami kenaikan tipis menjadi 129,7 pada Mei 2026, dibandingkan posisi 129,6 pada April 2026.
Peningkatan tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat masih menyimpan kepercayaan terhadap prospek perbaikan ekonomi, peluang kerja, serta pendapatan rumah tangga pada masa mendatang. Keyakinan itu tetap terpelihara meskipun lanskap ekonomi global masih dibayangi beragam ketidakpastian dan dinamika yang sulit diprediksi.
Di sisi lain, pandangan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini menunjukkan sedikit moderasi. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun ke level 112,2 dari sebelumnya 116,5 pada April 2026. Kendati mengalami koreksi, indeks tersebut tetap bertahan di wilayah optimistis, menandakan mayoritas masyarakat masih memandang aktivitas ekonomi dan daya beli berada dalam kondisi yang relatif solid.
Temuan survei ini menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi tulang punggung Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, masih memiliki resiliensi yang memadai. Ketahanan tersebut menjadi faktor penting di tengah tekanan eksternal serta fluktuasi pasar keuangan global yang masih berlangsung.
Tingginya tingkat keyakinan konsumen juga muncul beriringan dengan kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,00 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pada saat yang sama, laju inflasi domestik masih berada dalam koridor yang terkendali dibandingkan banyak negara berkembang lainnya. Situasi ini memberikan ruang yang lebih lapang bagi rumah tangga untuk mempertahankan pola belanja dan konsumsi mereka.
Data optimisme konsumen tersebut selaras dengan sejumlah indikator ekonomi domestik lainnya. Pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor kembali menunjukkan akselerasi, sementara aktivitas usaha di berbagai sektor tetap bergerak dinamis. Rangkaian sinyal tersebut memperkuat indikasi bahwa permintaan domestik masih berpotensi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026, meskipun lingkungan global masih dipenuhi tantangan dan ketidakpastian yang cukup tinggi.(*)