Logo
>

Takjil dari Negeri Minyak, Istiqlal Dapat Donasi Rp1,59 Miliar

Kedutaan UEA menyalurkan bantuan Rp1,59 miliar untuk hampir 30 ribu paket takjil bagi jamaah Masjid Istiqlal selama Ramadan 1447 Hijriah.

Ditulis oleh Adi Subchan
Takjil dari Negeri Minyak, Istiqlal Dapat Donasi Rp1,59 Miliar
Kedubes UEA menyalurkan donasi Rp1,59 miliar untuk hampir 30 ribu paket takjil jamaah Masjid Istiqlal selama Ramadan 1447 Hijriah. Foto: IG @waseems_way

KABARBURSA.COM — Ramadan di Masjid Istiqlal tahun ini kembali diramaikan pembagian takjil untuk jamaah berbuka puasa. Menariknya, sebagian hidangan berbuka itu berasal dari bantuan pemerintah Uni Emirat Arab yang disalurkan melalui kedutaannya di Jakarta. Nilainya tidak kecil, mencapai Rp1,59 miliar.

Bantuan tersebut diberikan kepada Badan Pengelola Masjid Istiqlal untuk mendukung penyediaan makanan berbuka selama Ramadan 1447 Hijriah. Dana itu akan digunakan untuk menyiapkan sekitar 29.900 paket menu takjil bagi jamaah yang datang ke masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Program berbagi ini berlangsung selama lima hari, dari 6 hingga 10 Maret 2026. Selama periode itu, ribuan jamaah yang memadati halaman dan ruang utama masjid akan menerima paket berbuka puasa yang disiapkan panitia.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Selasar Arrazak Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu 7 Maret 2026. Sejumlah pejabat pengelola masjid dan perwakilan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab hadir dalam acara tersebut.

Perwakilan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Jakarta, Matar Ali Al Mansouri, hadir mewakili Duta Besar Abdulla Salem Aldhaheri dalam penyerahan bantuan tersebut. Ia mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan pemerintah UEA yang selama ini aktif menjalankan kegiatan sosial di berbagai negara.

Menurut Matar, hubungan antara Indonesia dan UEA tidak hanya dibangun melalui kerja sama ekonomi atau diplomasi formal, tetapi juga melalui kegiatan kemanusiaan yang menyentuh masyarakat secara langsung.

“Kerja sama kemanusiaan antara UEA dan Indonesia berangkat dari prinsip yang sama. Warisan nilai kemanusiaan UEA berpadu dengan semangat gotong royong masyarakat Indonesia, sehingga melahirkan kolaborasi yang saling menguatkan dalam berbagai kegiatan sosial,” ujar Matar dalam sambutannya.

Ia menilai bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus mempererat hubungan antarnegara. “Pertemuan hari ini mencerminkan nilai persaudaraan Islam dan solidaritas sosial yang semakin diperkuat oleh bulan suci Ramadan, termasuk dalam kerja sama untuk kebaikan, ketakwaan, serta kepedulian kepada sesama,” katanya.

Matar juga menyampaikan apresiasi kepada pengelola Masjid Istiqlal yang bersedia bekerja sama dalam program tersebut. “Kami berterima kasih kepada BPMI atas kerja sama dengan Kedutaan UEA di Jakarta. Program berbagi takjil ini akan berlangsung selama lima hari dengan sekitar 30 ribu jamaah yang berbuka puasa di Masjid Istiqlal,” ujarnya.

Apresiasi dari Pengelola Masjid

Di sisi lain, pengelola Masjid Istiqlal menyambut baik bantuan tersebut. Ketua Amaliah Ramadan Masjid Istiqlal yang juga Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan Badan Pengelola Masjid Istiqlal, KH Bukhori Sail Attahiri, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah Uni Emirat Arab.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Uni Emirat Arab, khususnya melalui Kedutaan Besar UEA di Jakarta dan Duta Besar Abdulla Salem Aldhaheri atas bantuan yang diberikan kepada jamaah Masjid Istiqlal,” kata Bukhori.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya membantu penyediaan makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi simbol persahabatan antara kedua negara yang selama ini terjalin cukup erat.

Ia berharap hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat kedua negara. “Semoga negara UEA semakin maju, kuat, dan sejahtera, demikian pula Indonesia. Semoga ibadah puasa kita semua diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.

Acara penyerahan bantuan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat BPMI, KH Abu Hurairah Abd Salam. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan kajian menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Imam Rawatib Masjid Istiqlal, Ahmad Muzakkir Abdurrahman.

Di tengah padatnya aktivitas Ramadan di Istiqlal, bantuan ini menjadi salah satu cara memastikan ribuan jamaah yang datang setiap sore tetap bisa menikmati hidangan berbuka puasa bersama.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Adi Subchan

Adi Subchan, telah berkarir sebagai jurnalistik sejak 2002 dan telah meliputi tentang Politik, Olahraga, Lifestyle, dan Ekonomi di berbagai media berskala nasional maupun lokal (daerah). Dan pernah ditugaskan meliput peristiwa-peristiwa besar di Indonesia dan dunia. Tercatat pula sebagai Wartawan Utama melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diinisiasi LPSD dengan nomor 749-LPDS/WU/DP/I/2012/03/05/79.