Logo

2026 Investasi Lebih Cerdas.
Dengan Data. Bukan Insting.

KabarBursa Investor Pro membantu investor mengambil keputusan berbasis data.

Headline Hari Ini

Infografis

Berita Terbaru

MSCI Turunkan Information Flow Indonesia, Rupiah Ditutup Loyo

Pengamat Ungkap Alasan Harga Mobil Listrik Mulai Meroket

Kenaikan harga kendaraan listrik dinilai lebih dipengaruhi strategi pemulihan margin keuntungan dibanding sekadar kenaikan biaya produksi.

RUPS Digelar Hari ini, Tunas Baru (TBLA) Punya Rekam Jejak Rajin bagi Dividen

TBLA memasuki RUPS 2026 dengan laba Rp900,9 miliar, valuasi murah, dan catatan pembagian dividen yang konsisten.

Tebar Dividen Rp795 Miliar, RUPS DMAS Rombak Jajaran Komisaris

DMAS bagikan dividen Rp16,50 per saham dan merombak susunan komisaris di tengah pertumbuhan laba bersih kuartal I-2026.

Tambah Kapten di Tengah Kapal Bocor, Begini Kritik Ekonom terhadap PLN

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai kebijakan penambahan jabatan puncak ini tidak menjawab akar masalah operasional perusahaan setrum pelat merah tersebut

Risiko Terbesar Pasar Modal RI bukan Turun Kasta, tapi Diskon Valuasi Berkepanjangan

Kiwoom menilai isu transparansi, kualitas free float, dan tata kelola pasar berisiko menahan valuasi saham Indonesia.

GPSO Masuk Bisnis Komponen Mekanikal, Ada Misi Besar di Baliknya

GPSO akan menawaran solusi terpadu dengan dukungan dari kelompok usaha Tjokro Group untuk meraih pelanggan baru yang membutuhkan produk mekanikal komponen.

Era Mobil Listrik Murah Berakhir, Harga EV Mulai Naik di Indonesia

Berakhirnya insentif impor dan aturan TKDN 40 persen mendorong produsen kendaraan listrik mengubah strategi dari perang harga ke profitabilitas.

Bahlil: Kebutuhan Batu Bara PLN Belum Aman, Kurang 20 Juta Ton

Bahlil menyebut PLN masih kekurangan 20 juta ton batu bara akibat tipisnya margin produsen karena harga DMO yang dinilai terlalu rendah.

Kurangi Ketergantungan Satu Mata Uang, Panda Bond RI Dapat Dukungan China

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan selama dua hari kunjungannya di Beijing, dirinya melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan Kemenkeu China, PBOC, AIIB, dan para investor