Logo
>

DSSA Perluas EBT dan Digital, Panas Bumi Target 440 MW

KABARBURSA.COM – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital sebagai bagian dari strategi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan energi dan konektivitas nasional. Fokus ini mencakup

Ditulis oleh Syahrianto
DSSA Perluas EBT dan Digital, Panas Bumi Target 440 MW
Fokus ini mencakup ekspansi panas bumi serta penguatan jaringan digital berbasis teknologi. (Foto: Dok. Dian Swastatika Sentosa)

KABARBURSA.COM – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital sebagai bagian dari strategi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan energi dan konektivitas nasional. Fokus ini mencakup ekspansi panas bumi serta penguatan jaringan digital berbasis teknologi.

Melalui entitas anak PT DSSR Daya Mas Sakti, DSSA mendorong eksplorasi panas bumi di enam wilayah strategis dengan potensi total mencapai 440 megawatt (MW). Lokasi pengembangan mencakup Cisolok dan Cipanas di Jawa Barat hingga wilayah Sumatra, Flores, dan Sulawesi Tengah.

Selain panas bumi, DSSA juga memperluas portofolio energi surya. Salah satu proyek yang dijalankan adalah pengoperasian panel surya terintegrasi berkapasitas 1 gigawatt (GW) di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.

Wakil Presiden Direktur DSSA Lokita Prasetya menyampaikan bahwa perusahaan menekankan keandalan pasokan energi dalam pengembangan bisnis. 

“Kami juga terus memperkuat operational excellence melalui penerapan praktik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan mulai dari peningkatan efisiensi, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya, digitalisasi operasional hingga pengurangan emisi dan limbah secara terukur,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip 5 April 2026.

Di luar sektor energi, DSSA juga memperluas bisnis pada infrastruktur digital dan teknologi. Perusahaan menjalin kerja sama dengan IFLYTEK untuk mempercepat pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan termasuk pemanfaatan large language model SPARK.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, serta telekomunikasi dan infrastruktur digital. Pengembangan solusi berbasis AI menjadi bagian dari strategi memperluas ekosistem digital yang terintegrasi.

CEO PT DSST Mas Gemilang (DSST) Marlo Budiman menyebut kebutuhan konektivitas menjadi faktor utama dalam pengembangan bisnis digital. 

“Pertumbuhan kebutuhan data dan konektivitas menjadi pendorong utama pengembangan bisnis digital kami. Kami melihat peluang untuk memperluas penetrasi digital sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang lebih mudah diakses,” ujarnya.

Saat ini DSSA mengoperasikan jaringan fiber optik sepanjang sekitar 57.000 kilometer dengan lebih dari 9 juta homepass. Layanan broadband melalui MyRepublic Indonesia telah menjangkau sekitar 1 juta pelanggan.

Penguatan jaringan tersebut didukung oleh pengembangan 24 edge data center yang tersebar di 23 kota strategis dari Medan hingga Manado. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung pemrosesan data dengan latensi rendah.

Selain itu, DSSA tengah menyiapkan fasilitas pusat data utama Jakarta SMX01 dengan standar Tier-IV dan kapasitas awal 18 MW. Fasilitas ini dijadwalkan mulai beroperasi pada semester II 2026.

Perusahaan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka seiring belum meratanya akses internet di Indonesia. Sekitar 50 juta penduduk disebut belum terlayani secara optimal, sementara pasar telekomunikasi nasional diperkirakan mencapai USD29 miliar.

DSSA menilai pasar fixed broadband juga berpotensi tumbuh sekitar 10 persen per tahun dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mendukung ekspansi tersebut, perusahaan memperkuat jaringan melalui Moratelindo serta pengembangan data center dan teknologi berbasis AI.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.