KABARBURSA.COM – Kisah pengembangan usaha ultra mikro tidak terlepas dari ketekunan, keberanian dan harapan.
Hal ini juga yang dilakukan Nia Anggraini, warga Purwogondo, Kartasura, Jawa Tengah. Ia berhasil mengembangkan usaha tahu rumahan menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarganya.
Usaha tersebut bermula dari langkah sederhana, saat menjalani cuti melahirkan. Nia yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga pemasaran mulai memproduksi tahu untuk mengisi waktu di rumah.
Tanpa disangka, aktivitas produksi tahu tersebut berkembang menjadi bisnis yang terus bertumbuh sejak dirintis pada 2014.
Dalam perjalanannya, Nia menghadapi tantangan klasik pelaku usaha mikro, terutama dalam membagi peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus pengusaha.
Proses produksi tahu yang membutuhkan ketelatenan membuatnya harus mengatur waktu secara disiplin.
Namun dengan konsistensi, usahanya mampu melaju dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Momentum penting datang ketika Nia bergabung dengan program PNM Mekaar. Ia tertarik setelah melihat manfaat program tersebut di lingkungan sekitarnya, terutama saat pandemi COVID-19 yang membantu pelaku usaha bertahan melalui akses pembiayaan.
Bagi Nia, manfaat yang dirasakan tidak hanya sebatas permodalan. “Yang paling terasa adalah networking yang semakin luas,” ujarnya lewat keterangan resmi BRI, Kamis 16 April 2026.
Jaringan tersebut menjadi modal penting dalam memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan pengelolaan usaha.
Pengalaman Nia semakin bertambah ketika terpilih mengikuti Senyum Incubation Program pada 2024 di Rumah BUMN Yogyakarta.
Program inkubasi selama empat bulan itu melibatkan sinergi sejumlah BUMN, termasuk BRI, Pegadaian, dan PNM.
Melalui program tersebut, Nia mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan kualitas produk serta strategi pengembangan bisnis.
Dukungan pembiayaan dari PNM Mekaar juga berperan krusial dalam menjaga kelangsungan usaha, khususnya saat aktivitas ekonomi sempat terhambat seperti saat pandemi.
Bantuan dari PNM tersebut, dianggap membantu menjaga produksi usaha tahu milik Nia dapat tetap berjalan, dan memenuhi permintaan pasar.
Kini, usaha tahu Nia dikelola bersama suami dan anggota keluarga lainnya. Selain menjadi sumber penghasilan utama, bisnis ini juga menopang kebutuhan rumah tangga, termasuk pendidikan anak.
Nia menilai, kemandirian finansial menjadi aspek penting bagi perempuan. Ia menyebutkan bahwa perempuan tetap dapat berpenghasilan tanpa meninggalkan peran dalam keluarga, bahkan berkontribusi terhadap kesejahteraan rumah tangga.
Ke depan, Nia berharap usahanya dapat terus berkembang dan memperluas lini bisnis. Ia juga berharap dukungan dari PNM Mekaar dan BRI terus diperkuat untuk membantu pelaku usaha ultra mikro, khususnya perempuan.
“Usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan hanya yang dipikirkan. Semoga keberuntungan selalu menyertai perempuan yang ingin membantu memperbaiki ekonomi keluarga,” tuturnya.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengatakan, perseroan terus memperkuat sinergi bersama PNM dan Pegadaian dalam mendorong pemberdayaan perempuan.
“BRI bersama PNM dan Pegadaian berkomitmen menghadirkan ekosistem yang terintegrasi, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Kami percaya perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga dan nasional,” jelasnya.
Sebagai informasi, kinerja pemberdayaan dalam Holding Ultra Mikro BRI Group juga menunjukkan tren positif.
Sepanjang 2025, sebanyak 1,4 juta debitur PNM tercatat naik kelas. Hap ini mencerminkan peningkatan kapasitas usaha dari para pelaku ultra mikro. (info-bks/*)