Logo
>

2026 Tahun Eksekusi Danantara: Energi, Pangan, hingga Hilirisasi Dapat Kucuran Dana

Danantara mulai menyalurkan investasi jumbo pada 2026, dari waste-to-energy, pangan, hingga proyek hilirisasi strategis nasional.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
2026 Tahun Eksekusi Danantara: Energi, Pangan, hingga Hilirisasi Dapat Kucuran Dana
Danantara memasuki fase eksekusi 2026 dengan investasi besar di energi, pangan, waste-to-energy, dan hilirisasi industri strategis. Foto: Dok. KabarBursa

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Badan pengelola investasi negara Danantara Indonesia mulai benar-benar turun ke lapangan. Setelah setahun lebih dikenal sebagai “kendaraan strategis”, 2026 menjadi fase pembuktian: uang mulai dibelanjakan, proyek mulai digarap.

    Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, sebelumnya mengungkapkan Danantara telah memasuki fase penyaluran investasi dengan nilai sekitar USD12 miliar atau setara Rp202 triliun. Dana ini disalurkan ke berbagai proyek strategis, mulai dari energi, pangan, hingga restrukturisasi BUMN, dengan sebagian inisiatif sudah berjalan sejak awal tahun.

    Tim riset Stockbit Sekuritas menilai, langkah ini menandai pergeseran penting Danantara dari sekadar perencanaan menuju eksekusi nyata.

    “Danantara mulai memasuki fase investasi aktif, dengan penyaluran dana sekitar USD12 miliar yang diarahkan ke proyek langsung, pasar publik, dan inisiatif strategis nasional,” tulis tim riset Stockbit yang dirilis Sabtu, 23 Januari 2026.

    Proyek pertama yang paling dekat dengan publik adalah program waste–to–energy (WTE). Danantara dijadwalkan mengumumkan pemenang lelang tahap pertama pada pertengahan Februari 2026, disusul groundbreaking pada akhir Maret 2026.

    Tahap awal akan difokuskan di empat kota, yakni Bogor, Bekasi, Denpasar, dan Yogyakarta. Untuk tahap kedua, Danantara menargetkan enam kota atau kabupaten tambahan, meski lokasinya belum dirinci.

    Dari sisi pendanaan, satu fasilitas WTE diperkirakan membutuhkan investasi Rp2,5–3 triliun atau sekitar USD150–170 juta. Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini bukan hanya soal energi alternatif, tapi juga solusi struktural atas persoalan sampah perkotaan.

    Kedua, Danantara juga masuk ke sektor yang lebih sensitif secara sosial dan politik, yakni tekstil dan pangan.

    Untuk sektor tekstil, Danantara menyiapkan dukungan pendanaan sekitar USD6 miliar atau Rp101 triliun guna membentuk BUMN baru. Dana ini akan digunakan sebagai insentif dan pembiayaan untuk menghadapi tekanan tarif global serta persaingan internasional yang makin ketat.

    Di sektor pangan, fokus diarahkan ke stabilitas harga. Danantara mengalokasikan USD1,2 miliar atau sekitar Rp20 triliun untuk membangun 12 pabrik peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi. Proyek ini ditujukan meredam fluktuasi harga day old chick (DOC) yang kerap memicu gejolak harga ayam di tingkat konsumen.

    Menurut tim riset Stockbit, langkah ini menunjukkan Danantara tidak semata mengejar imbal hasil finansial jangka pendek.

    “Arah investasi Danantara mulai terlihat tidak hanya profit-oriented, tetapi juga diarahkan untuk stabilisasi sektor-sektor strategis yang berdampak langsung ke inflasi dan daya beli,” tulis tim riset Stockbit.

    Ketiga, Danantara mulai menancapkan jejak lewat program Kampung Haji di Timur Tengah. Danantara telah menandatangani kesepakatan akuisisi hotel Novotel berkapasitas 1.461 kamar dan lahan 4,4 hektare di Thakher City, Mekkah.

    Nilai pembelian lahan dirumorkan sekitar USD1 miliar atau Rp17 triliun, sementara akuisisi hotel diperkirakan mencapai USD500 juta atau Rp8,4 triliun. Kawasan ini akan dikembangkan menjadi hotel, ruang ritel, dan fasilitas pendukung untuk melayani jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

    Tak berhenti di situ, Danantara juga berencana menggelontorkan tambahan dana sekitar USD800 juta atau Rp13,4 triliun pada kuartal IV 2026 untuk pembangunan kawasan Kampung Haji secara terpadu.

    Terakhir adalah hilirisasi yang tetap menjadi agenda besar. Danantara menyiapkan sejumlah proyek strategis dengan nilai total sekitar USD6 miliar atau Rp101 triliun yang akan mulai digarap pada 2026.

    Proyek-proyek tersebut mencakup:
        •    Smelter aluminium dari alumina
        •    Smelter grade alumina dari bauksit
        •    Fasilitas produksi bioavtur
        •    Pengolahan kelapa terintegrasi
        •    Produksi bioetanol

    Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat nilai tambah domestik dan mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah.

    Restrukturisasi BUMN dan Sumber Pendanaan

    Di luar investasi baru, Danantara juga menggarap pekerjaan rumah besar, yakni restrukturisasi BUMN. Jumlah entitas BUMN ditargetkan dipangkas dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi hanya 200 entitas.

    Salah satu proses yang sedang berjalan adalah merger BUMN Karya, yang ditargetkan rampung pada kuartal I 2026. Danantara juga berencana membatasi injeksi modal untuk penyelamatan BUMN dan lebih fokus pada investasi yang menciptakan nilai tambah.

    Untuk mendanai seluruh agenda tersebut, Danantara akan menerbitkan kembali Patriot Bond pada semester I 2026 senilai sekitar USD1,2 miliar atau Rp20 triliun, serta membuka peluang penerbitan obligasi global. Di sisi lain, Danantara juga mengantongi dividen dari BUMN yang sejauh ini mencapai USD5 miliar atau Rp84 triliun.

    Bagi pasar, 2026 akan menjadi tahun penentu apakah Danantara mampu menjembatani ambisi besar negara dengan disiplin investasi ala sovereign wealth fund atau justru terseret ke pola lama BUMN. Yang jelas, fase “bicara konsep” tampaknya telah lewat dan fase belanja resmi dimulai.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).