KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) cukup menarik untuk diperhatikan. Respons pasar tampak agresif, terutama saat melihat target kinerja 2026 dan sinyal penguatan aktivitas operasional.
Pada perdagangan terakhir, Jumat, 23 Januari 2026, saham RMKO ditutup menguat di level 1.730, naik 345 poin atau 24,91 persen dari penutupan sebelumnya, dengan nilai transaksi sekitar Rp572,9 miliar dan volume mencapai 3,8 juta lot.
Lonjakan ini menempatkan RMKO sebagai salah satu saham dengan pergerakan paling aktif dalam sesi tersebut.
Secara intraday, harga bergerak dalam rentang yang lebar. Saham dibuka di 1.650, sempat turun ke level terendah 1.180, sebelum akhirnya menguat hingga menyentuh harga penutupan 1.730. Data frekuensi menunjukkan aktivitas yang sangat padat, dengan total 65.371 kali transaksi.
Rata-rata harga tercatat di 1.508, menandakan bahwa sebagian besar transaksi berlangsung di bawah level penutupan, yang mengindikasikan adanya dorongan beli kuat di paruh akhir perdagangan.
Struktur order book memperlihatkan dominasi sisi beli. Total antrian bid tercatat sekitar 233.919 lot dengan frekuensi 2.634 kali, sementara antrian di sisi offer relatif tipis. Bid terbesar terparkir di level 1.730 dengan volume sekitar 278.764 lot, diikuti lapisan bid berjenjang di 1.725, 1.720, hingga 1.685.
Pola ini menunjukkan konsentrasi minat beli di area harga atas, selaras dengan lonjakan harga harian.
Dari sisi kinerja harga, RMKO mencatatkan kenaikan harian 24,91 persen, sementara dalam horizon mingguan lonjakannya jauh lebih tajam. Data price performance menunjukkan kenaikan sekitar 133,78 persen dalam sepekan, dengan pergerakan dari area 810 hingga 1.730.
Rentang ini menggambarkan akselerasi harga yang cepat, sejalan dengan meningkatnya perhatian pasar terhadap fundamental dan agenda bisnis perseroan.
Target Kerja dan Capex
Penguatan harga tersebut datang beriringan dengan paparan target kinerja 2026 yang disampaikan manajemen. RMKO menargetkan pendapatan operasional sekitar Rp600 miliar dan laba bersih Rp100 miliar pada 2026.
Target ini dikaitkan langsung dengan selesainya sejumlah proyek infrastruktur dan mulai beroperasinya tambang-tambang yang sebelumnya tertahan. Manajemen menyebut bahwa peningkatan kontribusi tambang baru, bersama aktivitas penambangan dan pengangkutan yang diharapkan meningkat, menjadi pendorong utama proyeksi pendapatan tahun depan.
Untuk mendukung agenda tersebut, RMKO menyiapkan belanja modal sekitar Rp26 miliar hingga Rp30 miliar. Fokus capex diarahkan pada pembangunan infrastruktur, bukan lagi pembelian alat berat dalam skala besar, mengingat investasi alat utama telah dilakukan pada periode sebelumnya.
Alokasi ini dimaksudkan untuk mempercepat penyelesaian proyek berjalan sekaligus menyiapkan infrastruktur bagi tambang-tambang baru yang akan mulai beroperasi. Dengan struktur capex seperti ini, perseroan menempatkan 2026 sebagai fase optimalisasi pascainvestasi, bukan fase ekspansi aset berat yang intensif modal.
Kombinasi target pendapatan, laba, dan strategi capex tersebut membentuk narasi penguatan fundamental operasional. Pasar tampak merespons dengan mengerek harga saham secara signifikan, tercermin dari lonjakan nilai transaksi dan padatnya frekuensi perdagangan.
Dalam konteks jangka pendek, struktur perdagangan yang didominasi pembelian di harga atas menunjukkan sentimen yang sedang kuat, meski volatilitas intraday tetap tinggi sebagaimana terlihat dari rentang low ke high yang lebar.
Secara keseluruhan, data perdagangan harian dan mingguan RMKO menunjukkan fase re-rating yang cepat, seiring pasar mencerna target kinerja 2026 dan arah penggunaan belanja modal yang lebih fokus pada infrastruktur penunjang operasi.
Dengan aktivitas transaksi yang tinggi, harga yang melesat dalam sepekan, serta order book yang condong ke sisi beli, perhatian pelaku pasar terhadap RMKO berada pada level yang sangat intens menjelang tahun operasional berikutnya.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.