Logo
>

Big Push Prabowo Perlu Penyangga Sosial agar Tak Picu Ketimpangan

Survei ahli menempatkan Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, dan lumbung pangan sebagai penyeimbang percepatan pertumbuhan ekonomi.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Big Push Prabowo Perlu Penyangga Sosial agar Tak Picu Ketimpangan
Survei Adidaya Institute menyebut program stabilisator sosial penting menjaga pertumbuhan ekonomi Prabowo agar tidak memicu inflasi dan ketimpangan. Foto: IG @presidenrepublikindonesia

KABARBURSA.COM — Dorongan percepatan pertumbuhan ekonomi melalui program besar pemerintahan Prabowo Subianto dinilai tidak bisa berjalan sendiri. Hasil survei Adidaya Institute menempatkan program stabilisator sosial sebagai penyangga utama agar ekspansi ekonomi tidak memicu tekanan baru di masyarakat.

Dalam pemetaan delapan program unggulan, Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, dan lumbung pangan masuk dalam kelompok stabilisator. Program-program ini dinilai berfungsi menjaga daya tahan sosial ketika pemerintah menjalankan agenda pertumbuhan secara serentak melalui skema Big Bang dan Big Push.

“Program seperti Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis dan Lumbung Pangan bukan sekedar bantuan, tetapi penyangga utama agar masyarakat tetap kuat saat ekonomi dipacu. Tanpa stabilitas sosial, pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat bisa memicu tekanan harga, ketimpangan dan keresahan di masyarakat bawah,” kata Ekonom Adidaya Institute, Bramastyo B. Prastowo, Jumat, 27 Februari 2026.

Survei yang melibatkan 72 responden ahli tersebut menempatkan stabilisator sosial sebagai faktor yang menentukan keberlanjutan pertumbuhan. Program ini tidak hanya menjaga konsumsi masyarakat, tetapi juga mempertahankan tingkat kepercayaan publik di tengah perubahan ekonomi yang cepat.

Menurut Bram, program stabilisator tidak bisa diperlakukan sebagai pengeluaran jangka pendek. Keberhasilannya justru diukur dari dampak jangka panjang, seperti peningkatan literasi, perbaikan kualitas kesehatan, dan terkendalinya harga pangan.

“Program stabilitator sosial ini harus dinilai dari dampaknya, dan bukan dari besarannya. Jika Big Push adalah mesin akselerasi, maka program stabiliator sosial adalah sistem pengerem dan penyeimbangnya. Tanpa penyeimbang, mesin pertumbuhan ekonomi bisa kehilangan kendali. Karena itu, pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial harus berjalan bersamaan,” tutur doktor ekonomi tersebut.

Dalam kerangka itu, stabilitas sosial menjadi prasyarat agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan efek samping berupa inflasi yang tidak terkendali atau pelebaran kesenjangan.

Peran Ganda Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis ditempatkan sebagai stabilisator karena berfungsi sebagai redistribusi ekonomi langsung kepada masyarakat. Namun program ini juga dinilai memiliki potensi sebagai mesin pertumbuhan jika terhubung dengan sistem produksi nasional. Sebagai stabilisator, program tersebut menciptakan permintaan pangan yang stabil. Sementara dalam jangka panjang, peningkatan kualitas gizi disebut akan berdampak pada produktivitas sumber daya manusia.

“Hanya saja kritik-kritik publik terhadap pelaksanaan program MBG ini sebaiknya diterima secara terbuka oleh lembaga pengampu MBG yaitu BGN (Badan Gizi Nasional), sehingga bisa meminimalisir potensial lost (kemubaziran), perbaikan kualitas dan kuantitas menu makanaan, dan kontrol kualitas yang ketat,” ujarnya.

Pemetaan program dalam survei tersebut memperlihatkan bahwa percepatan ekonomi membutuhkan keseimbangan antara ekspansi produksi dan perlindungan sosial. Tanpa penyangga yang kuat, pertumbuhan yang terlalu cepat justru berisiko menekan kelompok masyarakat rentan.

Karena itu, pelaksanaan program stabilisator dinilai tidak bisa setengah-setengah. Pemerintah perlu menyiapkan pembiayaan jangka panjang dan indikator keberhasilan yang terukur agar fungsi penyeimbang benar-benar berjalan. Dengan demikian, agenda pertumbuhan tidak hanya diukur dari besarnya proyek yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan menjaga stabilitas sosial di tengah perubahan ekonomi yang dipercepat.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).